Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak di Bawah Umur yang Menggunakannya
- 30 Apr 2026 20:20 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Penggunaan rokok elektrik atau vape semakin marak di kalangan remaja, bahkan anak di bawah umur. Banyak yang menganggap vape lebih aman dibanding rokok konvensional, padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bagi anak yang masih dalam masa pertumbuhan, paparan zat dari rokok elektrik justru dapat membawa dampak serius bagi kesehatan fisik maupun mental, Seperti dilansir dari halodoc.com.
Salah satu risiko utama adalah paparan nikotin, zat adiktif yang hampir selalu terdapat dalam cairan vape. Nikotin dapat memengaruhi perkembangan otak anak, terutama pada bagian yang mengatur konsentrasi, emosi, dan kontrol diri. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan perilaku, sulit fokus, hingga kecanduan sejak usia dini.
Selain itu, uap rokok elektrik mengandung berbagai zat kimia berbahaya, seperti formaldehida dan logam berat dalam jumlah tertentu. Paparan zat-zat ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit paru-paru. Salah satu kondisi yang sempat banyak dibahas adalah EVALI, yaitu gangguan paru serius yang dikaitkan dengan penggunaan vape.
Penggunaan vape juga dapat memicu gangguan pada kesehatan jantung. Nikotin diketahui mampu meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga jika dikonsumsi terus-menerus dapat membebani sistem kardiovaskular. Pada anak di bawah umur, kondisi ini tentu berisiko karena organ tubuh mereka masih berkembang.
Dampak lain yang sering diabaikan adalah aspek psikologis dan sosial. Anak yang menggunakan rokok elektrik berpotensi lebih mudah terpapar perilaku berisiko lainnya, seperti mencoba rokok konvensional atau zat adiktif lain. Selain itu, ketergantungan pada vape dapat mengganggu aktivitas belajar dan interaksi sosial.
Tidak kalah penting, penggunaan rokok elektrik juga dapat berdampak pada kesehatan mulut, seperti iritasi gusi, bau mulut, dan meningkatnya risiko kerusakan gigi. Kandungan kimia dalam cairan vape dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam mulut.
Kesimpulannya, rokok elektrik bukanlah alternatif yang aman, terutama bagi anak di bawah umur. Dampaknya tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan tubuh dan mental dalam jangka panjang. Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam memberikan edukasi serta pengawasan agar anak terhindar dari kebiasaan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....