Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi Anak Cegah Rubella

  • 23 Apr 2026 11:13 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Henggi Bahwono Jati, mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak mengikuti imunisasi guna mencegah penyebaran campak rubella. Imbauan ini disampaikan menyusul masih ditemukannya kasus suspek di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan langkah cepat untuk memutus rantai penularan.

Henggi menjelaskan, sasaran utama imunisasi adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan. Ia meminta para orang tua tidak menunda dan segera mendatangi pos-pos imunisasi yang telah disiapkan oleh petugas kesehatan di berbagai lokasi.

“Anjuran kepada masyarakat, bapak ibu yang punya anak usia 9 bulan sampai 59 bulan bisa segera datang ke pos-pos imunisasi yang dibuka,” ujar Henggi.

Ia menambahkan, khusus di wilayah Sekban terdapat empat kampung yang telah membuka layanan imunisasi bagi masyarakat. Pelayanan tersebut diberikan tanpa memandang status imunisasi anak sebelumnya, sehingga seluruh anak tetap dapat menerima vaksin.

Selain itu, bagi masyarakat di wilayah lain yang anaknya belum memiliki status imunisasi lengkap, diimbau untuk segera melapor ke puskesmas terdekat. Petugas kesehatan akan membantu memberikan layanan imunisasi sesuai kebutuhan guna meningkatkan kekebalan tubuh anak.

“Untuk daerah lain, ibu-ibu atau bapak yang punya bayi belum lengkap status imunisasinya bisa segera melapor ke puskesmas setempat untuk diberikan imunisasi. Karena itu yang paling penting untuk memutus mata rantai penularan campak rubella,” jelasnya.

Henggi juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap gejala awal campak rubella, seperti demam dan munculnya ruam merah pada tubuh. Jika ditemukan gejala tersebut, masyarakat diminta segera melapor ke petugas kesehatan agar dapat dilakukan penanganan cepat.

“Kalau ada keluhan seperti demam dan muncul merah di badan, segera melapor ke puskesmas. Nanti akan dilaporkan ke dinas kesehatan dan tim akan turun melakukan investigasi serta penyelidikan epidemiologi untuk mencari kasus tambahan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apabila gejala semakin berat seperti batuk, sesak napas, atau mata memerah, pasien harus segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan. “Kalau sudah ada gejala demam merah disertai batuk, sesak, atau mata merah, segera ke puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit agar mendapat pengobatan dan perawatan yang baik,” tegas Henggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....