Bahaya Mikroplastik di Udara

  • 15 Apr 2026 21:07 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Selama ini, mikroplastik lebih sering dikaitkan dengan pencemaran laut. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil ini juga tersebar di udara dan berpotensi terhirup oleh manusia. Mikroplastik di udara menjadi ancaman tersembunyi karena sulit dideteksi, tetapi dampaknya terhadap kesehatan bisa cukup serius, Seperti di lansir halodoc.com.

Mikroplastik merupakan serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari berbagai sumber, seperti degradasi sampah plastik, serat pakaian sintetis, hingga debu dari ban kendaraan. Dalam kajian Ilmu Lingkungan, partikel ini dapat terbawa angin dan menyebar hingga ke dalam ruangan, termasuk rumah dan tempat kerja.

Ketika terhirup, mikroplastik berpotensi masuk ke dalam sistem pernapasan. Dalam jangka panjang, paparan ini dapat memicu gangguan seperti iritasi saluran napas, peradangan, bahkan berkontribusi terhadap penyakit kronis. Beberapa penelitian juga mengaitkan paparan partikel halus, termasuk mikroplastik, dengan peningkatan risiko Asma dan masalah paru-paru lainnya.

Selain dampak langsung, mikroplastik juga dapat membawa zat kimia berbahaya yang menempel di permukaannya, seperti logam berat atau bahan beracun. Ketika partikel ini masuk ke dalam tubuh, zat-zat tersebut berpotensi memengaruhi sistem hormon dan metabolisme. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi bisa berakumulasi dalam jangka panjang.

Lingkungan perkotaan menjadi salah satu wilayah dengan tingkat paparan mikroplastik udara yang lebih tinggi. Aktivitas kendaraan, industri, serta penggunaan produk berbahan plastik yang tinggi mempercepat penyebaran partikel ini. Bahkan, mikroplastik juga ditemukan di daerah terpencil, menandakan bahwa penyebarannya sudah sangat luas.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dapat mulai dari langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, rutin membersihkan rumah dari debu, serta menggunakan ventilasi udara yang baik. Penggunaan masker di area berpolusi tinggi juga dapat membantu mengurangi partikel yang terhirup.

Kesimpulannya, mikroplastik di udara adalah ancaman nyata yang sering kali tidak disadari. Dengan meningkatkan kesadaran dan mengubah kebiasaan sehari-hari, kita dapat berkontribusi dalam mengurangi dampaknya, baik bagi kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....