Tips Ampuh Redakan Mual Pusing saat Puasa

  • 28 Feb 2026 21:56 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pelaksanaan ibadah puasa membawa perubahan signifikan terhadap pola konsumsi harian, khususnya dalam hal frekuensi dan waktu makan serta minum, pada hari-hari biasa, tubuh memperoleh asupan nutrisi dan cairan secara teratur sepanjang hari. Namun, selama berpuasa, tubuh harus beradaptasi dengan kondisi tanpa asupan makanan dan minuman dalam rentang waktu yang cukup panjang, rata-rata sekitar 14 jam atau lebih, tergantung pada durasi siang hari, proses adaptasi ini menuntut penyesuaian pada sistem metabolisme, kadar gula darah, serta keseimbangan cairan dalam tubuh.

Perubahan pola tersebut dapat memengaruhi kinerja organ dan sistem tubuh, terutama apabila kebutuhan nutrisi dan hidrasi tidak terpenuhi secara optimal saat sahur dan berbuka, ketidakseimbangan kadar gula darah, dehidrasi ringan, atau kelelahan dapat memicu gejala seperti pusing dan mual selama berpuasa. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, bukan hanya kenyamanan yang terganggu, tetapi juga dapat mengurangi kekhusyukan dalam beribadah, bahkan berpotensi menyebabkan seseorang membatalkan puasa sebelum waktunya, oleh karena itu pemahaman mengenai penyebab dan cara pencegahannya menjadi hal yang penting.

Berikut cara mengatasi mual dan pusing tanpa harus membatalkan puasa yang dikutip dari laman beautynesia.id :

1. Menghentikan Aktivitas dan Beristirahat Sejenak

Apabila timbul rasa pusing atau mual saat berpuasa, langkah awal yang disarankan adalah segera menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Duduk atau berbaring dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dapat membantu tubuh mencapai kondisi yang lebih rileks. Pejamkan mata dan berikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri. Hindari posisi membungkuk ketika mual muncul karena dapat memperburuk sensasi tidak nyaman. Setelah kondisi berangsur membaik, cobalah menghirup udara segar atau berjalan perlahan untuk membantu menstabilkan tubuh.

2. Melakukan Pijatan Ringan pada Titik Tertentu

Pijatan lembut pada beberapa area tubuh dapat membantu meredakan ketegangan yang memicu pusing dan mual. Bagian pelipis, dahi, leher, bahu, hingga kepala dapat dipijat secara perlahan dengan gerakan melingkar untuk membantu melancarkan peredaran darah dan merilekskan otot. Tekanan ringan pada pelipis dan gerakan dari tulang pipi menuju dahi dapat mengurangi sakit kepala bagian depan. Selain itu, memijat otot leher dan bahu membantu mengurangi ketegangan yang menjalar ke kepala. Titik refleksi pada punggung kaki, tepat di antara ibu jari dan jari kedua, juga dapat ditekan perlahan untuk membantu meredakan sensasi mual yang menyertai pusing.

3. Memanfaatkan Aromaterapi

Ketidakseimbangan kadar gula darah dan cairan tubuh selama puasa dapat memicu rasa tidak nyaman. Penggunaan minyak aromaterapi seperti minyak kayu putih, peppermint, atau lemon dapat menjadi alternatif untuk memberikan efek relaksasi. Aroma yang dihirup atau dioleskan secara ringan pada area tertentu mampu membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi sensasi pusing maupun mual, selama penggunaannya tidak sampai tertelan.

4. Mengompres dengan Air Dingin

Kompres dingin pada area dahi, pelipis, atau bagian belakang leher selama kurang lebih 10–15 menit dapat membantu meredakan nyeri kepala. Sensasi dingin berperan dalam menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan ringan yang dapat memicu rasa sakit. Metode ini tergolong aman dan efektif, termasuk untuk meredakan sakit kepala tegang atau migrain ringan saat berpuasa.

5. Menerapkan Teknik Pernapasan Dalam

Latihan pernapasan dalam (deep breathing) dapat membantu tubuh memperoleh suplai oksigen yang lebih optimal sekaligus meredakan ketegangan. Lakukan dalam posisi duduk tegak atau berbaring dengan nyaman, kemudian tarik napas perlahan melalui hidung, tahan beberapa detik, dan hembuskan secara perlahan melalui mulut. Ulangi hingga kondisi terasa lebih stabil. Teknik ini efektif membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi rasa tidak nyaman.

6. Beristirahat Melalui Tidur Singkat

Kurang tidur, terutama akibat perubahan jadwal sahur, dapat memicu rasa lemas, pusing, dan mual. Tidur siang singkat selama 15–30 menit dapat membantu memulihkan energi dan mengurangi keluhan tersebut. Namun, hindari tidur segera setelah sahur karena dapat meningkatkan risiko gangguan lambung yang justru memicu mual di siang hari.

7. Menghindari Faktor Pemicu

Langkah pencegahan juga penting untuk mengurangi risiko munculnya keluhan. Hindari konsumsi makanan terlalu pedas atau berlemak saat sahur, serta batasi paparan sinar matahari langsung dan penggunaan perangkat elektronik dalam waktu lama. Paparan panas berlebihan dapat mempercepat dehidrasi yang memperburuk sakit kepala. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti topi atau payung dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi secara optimal saat sahur dan berbuka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....