Kacang Merah Sumber Gizi Nabati Bernilai Tinggi

  • 18 Feb 2026 14:15 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan salah satu jenis legum yang banyak dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Dalam kajian ilmu gizi, kacang merah dikenal sebagai sumber protein nabati, serat, dan mikronutrien penting. (Tosh, S. M., & Yada, S. (2010). Dietary fibres in pulses and their health benefits. Journal of Food Science, 75(1), R1–R8.)

Kandungan protein dalam kacang merah berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Protein nabati ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga berkontribusi pada pengendalian asupan energi.

Kacang merah memiliki kandungan serat pangan yang tinggi, baik serat larut maupun tidak larut. Serat tersebut berfungsi mendukung kesehatan saluran pencernaan dan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang merah berkaitan dengan perbaikan profil lipid darah. Serat dan fitokimia di dalamnya berperan dalam menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL.

Dari sisi metabolisme glukosa, kacang merah memiliki indeks glikemik relatif rendah. Karakteristik ini menjadikannya bermanfaat dalam menjaga kestabilan kadar gula darah, terutama bagi individu dengan risiko diabetes.

Kacang merah juga mengandung berbagai mineral penting seperti zat besi, magnesium, dan kalium. Mineral tersebut berperan dalam pembentukan sel darah merah, fungsi otot, dan regulasi tekanan darah.

Selain itu, kacang merah mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol yang bersifat antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi legum secara rutin berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kronis. Kacang merah menjadi bagian penting dari pola makan sehat berbasis nabati.

Secara keseluruhan, bukti ilmiah mendukung peran kacang merah sebagai pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi. Integrasi kacang merah dalam menu harian dapat mendukung kesehatan metabolik dan kardiovaskular. (Bazzano, L. A., et al. (2011). Effects of legume consumption on cardiovascular risk factors. Archives of Internal Medicine, 171(16), 1310–1317.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....