BPOM Manokwari Lakukan Advokasi Keamanan Pangan Difakfak

  • 10 Feb 2026 11:59 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari menggelar sejumlah agenda penting selama pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang dirangkaikan dalam satu kegiatan terpadu. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah advokasi bersama pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendorong terwujudnya Kabupaten Fakfak sebagai Kabupaten Pangan Aman.

Kepala BPOM Manokwari, Agustince Werimon, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan advokasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak dan OPD terkait. Pertemuan tersebut bertujuan membahas upaya konkret yang perlu dilakukan bersama dalam rangka menjamin keamanan pangan di daerah.

“Jadi memang kita merangkaikan beberapa kegiatan menjadi satu giat di hari ini. Kita mulai dengan advokasi untuk bertemu dengan pemerintah daerah dan OPD terkait, untuk membahas upaya kita menciptakan Kabupaten Fakfak menjadi Kabupaten Pangan Aman,” ujar Agustince Werimon.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah hal penting yang perlu dipahami dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah terkait program Kabupaten Pangan Aman. Menurutnya, seluruh upaya yang dilakukan harus terdata dan dilaporkan secara berkala kepada Badan POM pusat sebagai bentuk komitmen dan evaluasi bersama.

“Kita akan sepakat untuk berkomitmen bersama-sama melaksanakan kegiatan keamanan pangan di Kabupaten Fakfak dan itu harus terdata serta dilaporkan ke Badan POM pusat, agar bisa kita lihat apakah Kabupaten Fakfak benar-benar berupaya menjadi Kabupaten Pangan Aman,” jelasnya.

Selain advokasi keamanan pangan, BPOM Manokwari juga menyoroti pengendalian peredaran antibiotik di Kabupaten Fakfak. Berdasarkan hasil pengawasan selama ini, masih ditemukan apotek yang menjual antibiotik tanpa resep dokter, yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kita tahu dari hasil pengawasan Balai POM Manokwari, di Fakfak masih ada apotek yang menjual antibiotik tanpa resep dokter. Ini yang sama-sama mau kita kendalikan, sehingga butuh komitmen bersama dari pemerintah daerah,” katanya.

Agustince menegaskan, peredaran antibiotik harus sesuai dengan standar yang berlaku, hanya dijual di sarana yang memiliki kewenangan dan wajib menggunakan resep dokter. Untuk mendukung hal tersebut, BPOM juga memberikan pelatihan kepada apoteker penanggung jawab dalam melakukan pengawasan sarana pelayanan kefarmasian.

“Antibiotik harus dijual sesuai standar, harus di sarana yang punya kewenangan dan dengan resep dokter. Kami juga memberikan pelatihan kepada apoteker penanggung jawab untuk pengawasan sarana kefarmasian serta pendampingan terhadap UMKM,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, BPOM Manokwari turut melaporkan pelaksanaan program strategis nasional, yakni Program Makanan Bergizi, serta peran BPOM di Kabupaten Fakfak dalam mengawal program tersebut. BPOM juga meminta komitmen pemerintah daerah untuk bersama-sama mengawasi implementasi program nasional tersebut.

“Kami juga melaporkan terkait program strategis nasional Makanan Bergizi dan memohon komitmen bersama pemerintah daerah untuk mengawal program ini, karena peran BPOM sangat penting dalam menjamin keamanan pangannya,” tambah Agustince.

Secara khusus, kegiatan advokasi Kabupaten Pangan Aman pada hari tersebut melibatkan sejumlah OPD yang memiliki keterkaitan langsung dengan keamanan pangan, di antaranya Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selain itu, turut diundang Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Perkebunan. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh OPD terkait dari kabupaten lain di Provinsi Papua Barat, seperti Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, dan Manokwari.

Agustince menambahkan, program Kabupaten/Kota Pangan Aman di Provinsi Papua Barat telah mulai dilaksanakan sejak tahun lalu di Kabupaten Kaimana dan berlanjut pada tahun ini di Kabupaten Fakfak. Ia berharap melalui kolaborasi lintas sektor, komitmen keamanan pangan di Fakfak dapat terwujud secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....