Pelantikan IDI Fakfak Momentum Penguatan Profesi Kedokteran

  • 04 Feb 2026 12:00 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat, dr. Benny Novrianto, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus IDI Cabang Fakfak yang baru dilantik. Hal itu disampaikannya dalam momentum pelantikan pengurus sebagai bagian dari konsolidasi organisasi profesi dokter di daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus IDI Cabang Fakfak yang baru dilantik,” ujar dr. Benny Novrianto dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pengurus bukan sekadar penghormatan seremonial, melainkan tanggung jawab besar dalam menghadapi dinamika dan persaingan organisasi profesi ke depan. IDI, menurutnya, harus terus memperjuangkan penguatan profesi dokter di Indonesia.

“Amanah ini bukan tentang penghormatan, tetapi perjuangan nyata untuk menjadikan profesi dokter semakin bermartabat, terlindungi, dan tetap menjadi pilar utama kesehatan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Benny menyebutkan bahwa pelantikan pengurus merupakan titik awal konsolidasi kekuatan organisasi. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat solidaritas dan keberanian profesi dokter dalam menghadapi tekanan sistem serta berbagai tantangan kebijakan kesehatan.

Ia juga menekankan bahwa IDI harus menjadi wadah pemersatu yang kuat bagi seluruh dokter. Organisasi profesi, menurutnya, harus mampu membangun kompetensi, karakter, serta integritas anggotanya secara berkelanjutan.

“IDI harus selalu menjadi wadah penguat yang besar bagi profesi dokter, tempat berkumpulnya semangat perjuangan karena persoalan profesi adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Benny turut menyinggung pentingnya peran profesi dokter dalam dinamika sosial, ekonomi, dan kebijakan kesehatan nasional. Ia menilai bahwa perubahan sistem kesehatan menuntut dokter untuk semakin cerdas, adaptif, dan profesional dalam melayani masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya persatuan dalam organisasi. Perbedaan pandangan disebut sebagai hal yang wajar, namun tidak boleh merusak soliditas dan kesatuan suara IDI sebagai organisasi profesi tunggal dokter di Indonesia.

“Perbedaan itu wajar, tetapi tidak boleh mengganggu persatuan. Kekuatan profesi hanya akan terwujud jika kita solid dalam satu wadah, satu suara, dan satu tujuan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....