Mengapa Makanan Berbahan Tepung Dapat Membuat Gemuk
- 16 Sep 2025 14:32 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Tepung, terutama tepung terigu yang sudah diolah (refined flour), merupakan bahan utama dari banyak makanan populer seperti roti, mie, kue, biskuit, donat, dan gorengan. Meski enak dan mengenyangkan, konsumsi berlebihan makanan berbahan tepung bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan. Berikut alasannya:
1. Indeks Glikemik Tinggi
Tepung putih memiliki indeks glikemik (IG) tinggi, artinya cepat diubah menjadi glukosa dalam darah. Lonjakan gula darah yang cepat memicu produksi insulin dalam jumlah besar. Jika energi dari gula ini tidak segera digunakan, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.
2. Kandungan Serat Rendah
Dalam proses pengolahan, tepung putih kehilangan banyak serat alami. Padahal serat penting untuk memperlambat penyerapan gula, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan menjaga metabolisme tetap seimbang. Akibat rendahnya serat, makanan berbahan tepung membuat kita cepat lapar kembali sehingga cenderung makan lebih banyak.
3. Kalori Tinggi dengan Nutrisi Minim
Produk tepung sering dikombinasikan dengan gula dan lemak, misalnya pada kue, donat, atau gorengan. Hal ini menjadikannya tinggi kalori namun rendah vitamin, mineral, dan protein. Asupan kalori berlebih tanpa gizi seimbang dapat mempercepat penumpukan lemak tubuh.
4. Meningkatkan Nafsu Makan
Lonjakan gula darah yang cepat biasanya diikuti dengan penurunan drastis, yang memicu rasa lapar dan keinginan untuk ngemil. Pola ini membuat konsumsi makanan berbahan tepung bisa memicu siklus “makan → cepat lapar → makan lagi”.
5. Pengaruh terhadap Metabolisme
Konsumsi tepung olahan secara terus-menerus dalam jangka panjang dapat memperlambat metabolisme, meningkatkan risiko resistensi insulin, obesitas, bahkan penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2.
Kesimpulan
Makanan berbahan tepung dapat membuat gemuk karena cepat meningkatkan gula darah, rendah serat, tinggi kalori, dan memicu rasa lapar berulang. Bukan berarti harus dihindari sepenuhnya, tetapi sebaiknya dibatasi dan diganti sebagian dengan sumber karbohidrat kompleks yang lebih sehat, seperti beras merah, oats, ubi, singkong, atau roti gandum utuh,demikian dikutip Indozone.Id.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....