Fenomena Selfie Bisa Sebabkan Kutu Rambut Pada Remaja

  • 18 Agt 2025 15:02 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak ; Fenomena selfie sudah menjadi bagian dari gaya hidup remaja saat ini. Hampir setiap momen bersama teman tidak lengkap tanpa mengabadikannya dalam bentuk foto. Namun, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan yang jarang disadari: penularan kutu rambut.

Bagaimana Selfie Bisa Menyebabkan Kutu Rambut?

Selfie biasanya dilakukan dengan cara saling merapatkan kepala agar semua wajah bisa masuk dalam satu frame. Kontak kepala inilah yang menjadi jalur utama perpindahan kutu rambut. Kutu tidak bisa terbang atau melompat, tetapi mereka dapat merayap dengan cepat dari satu rambut ke rambut lain ketika ada kontak langsung.

Menurut sejumlah penelitian, meningkatnya kasus kutu rambut pada remaja dikaitkan dengan kebiasaan berfoto bersama. Aktivitas ini lebih sering dilakukan oleh anak-anak sekolah dan remaja dibanding orang dewasa, sehingga kelompok usia ini menjadi yang paling rentan dikutip Indozone.Id.

Dampak Kutu Rambut pada Remaja

  • Gatal hebat akibat gigitan kutu yang mengisap darah di kulit kepala.
  • Iritasi dan infeksi sekunder bila digaruk berlebihan.
  • Menurunnya rasa percaya diri karena dianggap kurang menjaga kebersihan.

Padahal, kutu rambut tidak ada hubungannya dengan kebersihan tubuh atau rambut. Siapa saja bisa terkena jika ada kontak langsung dengan penderita.

Cara Mencegah Penularan

  1. Hindari kontak kepala saat selfie. Gunakan tongkat selfie atau atur posisi tanpa harus bersentuhan rambut.
  2. Periksa rambut secara berkala, terutama jika ada rasa gatal atau melihat teman sebaya yang terinfeksi.
  3. Jangan berbagi barang pribadi, seperti sisir, topi, atau jilbab.
  4. Segera obati kutu rambut dengan shampo khusus atau pengobatan alami jika sudah terinfeksi.

Selfie memang menyenangkan, tetapi remaja perlu menyadari risiko kesehatan yang menyertainya. Menjaga jarak aman saat berfoto bisa menjadi langkah kecil namun penting untuk mencegah penyebaran kutu rambut. Dengan lebih peduli, remaja dapat tetap eksis di media sosial tanpa mengorbankan kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....