Kemenag Dorong Generasi Muda Isi Kemerdekaan Dengan Pengabdian

  • 17 Agt 2026 12:28 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen mengisi kemerdekaan melalui kerja keras, integritas, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Fakfak, La Boisi, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 yang berlangsung di halaman MTsN Fakfak, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang diwarnai pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu bangsa. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 juga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia terjadi atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Karena itu kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan,” demikian pesan Menteri Agama yang dibacakan La Boisi.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa juga mencatat peran tokoh agama dan umatnya yang turut berada di garis depan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ulama, pendeta, pastor, pandita, biksu, serta tokoh agama lainnya telah menanamkan keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Ia menegaskan, tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian. Indonesia yang besar karena keberagamannya membutuhkan kerukunan sebagai modal utama dalam pembangunan nasional.

“Jangan kita biarkan perbedaan menjadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama menjadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” tegasnya.

Dalam sambutan itu disebutkan, indeks kerukunan umat beragama terus mengalami peningkatan, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Sementara indeks kesalehan umat beragama pada 2025 mencapai 84,61, yang dinilai sebagai capaian yang perlu disyukuri sekaligus dipertahankan.

Kementerian Agama juga mendorong lembaga pendidikan keagamaan menjadi ruang untuk membangun ilmu dan akhlak. Melalui kurikulum berbasis cinta, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan toleran. Selain itu, program ekoteologi diarahkan untuk mendorong aksi nyata dalam pelestarian alam menuju Indonesia yang aman, sehat, bersih, indah, dan asri.

Di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan (AI), Kementerian Agama mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan. Literasi digital dan literasi keagamaan dinilai perlu diperkuat agar kemajuan teknologi tidak menjadi sarana penyebaran kebencian dan informasi palsu. “AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akal dan hati nurani manusia tidak boleh tertinggal,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....