Festival Permainan Tradisional Tanamkan Sportivitas Bagi Siswa SD Yapis Fakfak
- 03 Agt 2026 13:24 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, SD Yapis Fakfak menggelar Festival Permainan Tradisional yang melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Safarudin Bauw, melalui apel pagi yang berlangsung di halaman SD Yapis Fakfak, Senin.
Festival permainan tradisional tersebut menghadirkan lebih dari 20 jenis perlombaan yang bertujuan menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta melestarikan permainan tradisional di kalangan peserta didik. Seluruh siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Dalam sambutannya, Safarudin Bauw mengatakan bahwa olahraga dan permainan tradisional bukan semata-mata untuk mencari kemenangan, tetapi menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta membangun karakter peserta didik sejak dini.
"Olahraga ini merupakan salah satu cara mengajak kita bersilaturahmi, bekerja sama, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga jati diri, mengasah diri, dan terlebih lagi membangun kebersamaan. Di samping itu juga untuk kesehatan," ujar Safarudin.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh perlombaan dengan penuh semangat tanpa menjadikan gelar juara sebagai tujuan utama. Menurutnya, nilai kebersamaan jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir perlombaan.
"Jangan mencari juara, tetapi mencari kebersamaan. Tidak ada yang juara, semua juara. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan mulai dari kelas satu sampai kelas enam," katanya.
Safarudin juga mengingatkan para dewan juri agar menjalankan tugas secara objektif dan adil dalam memberikan penilaian. Ia menegaskan bahwa penilaian harus didasarkan pada kemampuan dan semangat peserta, bukan pada faktor lain yang dapat menimbulkan rasa ketidakadilan.
"Kalau ditunjuk menjadi juri harus berlaku adil. Lihat kemampuan dan kebersamaan mereka. Jangan sampai penilaian yang tidak objektif mengganggu psikologi anak-anak. Bagi yang belum mampu, jangan dikatakan tidak mampu, tetapi tetap diberi semangat agar terus berkembang," pungkasnya. Festival Permainan Tradisional ini diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....