SD Yapis Fakfak Gelar Festival Tradisional Sambut HUT Kemerdekaan RI
- 03 Agt 2026 13:36 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - SD Yapis Fakfak kembali menggelar Festival Permainan Tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dan guru tersebut menjadi agenda tahunan sekolah sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Kepala SD Yapis Fakfak, Jaenudin La Goa, mengatakan festival tersebut rutin dilaksanakan sejak dirinya dipercaya memimpin sekolah. Menurutnya, kegiatan itu telah menjadi bagian dari perayaan HUT RI yang tidak pernah terlewatkan setiap tahun dan kini memasuki pelaksanaan tahun keempat.
Ia menjelaskan, festival bertujuan mengangkat kembali nilai-nilai olahraga dan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai permainan yang mengandung unsur kerja sama, sportivitas, dan kekompakan.
"Festival Permainan Tradisional ini merupakan kegiatan yang selalu setiap tahun kami laksanakan sejak saya menjadi Kepala Sekolah SD Yapis Fakfak. Kami ingin mengangkat kembali olahraga tradisional melalui berbagai perlombaan seperti tarik tambang, makan kerupuk, memasukkan air ke dalam botol, pikul air dalam plastik, dan berbagai permainan lainnya," ujar Jaenudin.
| Baca juga: SMK Yapis Fakfak Siapkan 63 Lokasi PKL Siswa |

Menurutnya, rangkaian festival akan berlangsung selama lima hari sejak resmi dibuka. Selama pelaksanaan, seluruh siswa dan guru akan terlibat dalam berbagai perlombaan yang dirancang untuk mempererat persahabatan, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan motivasi peserta didik.
Jaenudin menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang hiburan dalam menyambut HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Ia berharap seluruh peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang aktif, bersemangat, dan mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.
"Kalau kita tidak melaksanakan festival budaya seperti ini, maka budaya kita akan mati dan hilang. Karena itu kami terus mempertahankan kegiatan ini setiap tahun agar anak-anak tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....