Kurikulum Cinta Warnai Pelaksanaan MATAMUDA MAN Fakfak Tahun Ajaran 2026
- 15 Jul 2026 14:12 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Mengawali Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Fakfak menggelar Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) sebagai agenda rutin untuk menyambut murid baru. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2026, menjadi wadah pengenalan lingkungan madrasah, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai Kurikulum Cinta kepada seluruh peserta didik baru.
Kepala MAN Fakfak, Kalsumi Rumatumia, mengatakan istilah MATAMUDA terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya menggunakan istilah siswa, kini kembali menggunakan istilah murid sesuai kebijakan terbaru di lingkungan madrasah.
"Mengawali awal tahun ajaran baru 2026 ini sudah menjadi rutinitas terkait MATAMUDA atau Masa Ta'aruf Murid Madrasah. Dari tahun ke tahun istilahnya mengalami perubahan. Sebelumnya menggunakan kata siswa, sekarang kembali lagi menggunakan kata murid. Pelaksanaannya berlangsung selama tiga hari, mulai 15 sampai 17 Juli 2026," ujar Kalsumi.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan MATAMUDA para murid baru tidak hanya menerima materi di dalam kelas dan aula, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan praktik yang mendorong partisipasi aktif. Salah satunya adalah kegiatan yang sejalan dengan Kurikulum Cinta, yakni menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman tanaman hias maupun pohon di area madrasah.
"Kegiatan ini beriringan dengan Kurikulum Cinta. Salah satu poinnya adalah bagaimana mencintai lingkungan atau yang saat ini dikenal dengan ekoteologi. Anak-anak nantinya akan menanam tanaman hias ataupun pohon sesuai kondisi lingkungan madrasah," katanya.
Selain pengenalan lingkungan, peserta MATAMUDA juga memperoleh materi mengenai visi dan misi madrasah, tata tertib, pembentukan karakter, serta pengenalan kurikulum yang diterapkan di MAN Fakfak. Seluruh materi tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi murid dalam menjalani proses pembelajaran.
Kalsumi menuturkan, Kurikulum Cinta yang diterapkan di madrasah pada dasarnya memiliki esensi yang sama dengan Kurikulum Merdeka. Namun pendekatannya lebih menitikberatkan pada penanaman nilai cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
"Esensinya sama dengan Kurikulum Merdeka, hanya pendekatannya lebih mengarah pada penanaman cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada lingkungan. Itu menjadi materi penting yang kami berikan kepada murid baru," jelasnya.
Ia menambahkan, materi MATAMUDA juga melibatkan narasumber dari luar madrasah melalui kegiatan Bimbingan Usia Remaja (BRUS). Sementara materi internal disampaikan oleh kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan, para guru, serta diselingi kegiatan ice breaking yang dipandu pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Fakfak.
Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar MAN Fakfak mencapai 246 orang. Setelah melalui seleksi administrasi dan tes akademik serta adanya beberapa peserta yang mengundurkan diri, jumlah murid baru yang tercatat dalam buku registrasi sebanyak 216 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kalsumi menegaskan, MATAMUDA bukan merupakan syarat penerimaan murid, melainkan program pembinaan awal bagi peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi. Ia juga menyebutkan penerimaan murid disesuaikan dengan rasio guru dan ketersediaan enam ruang belajar yang saat ini masih mampu menampung seluruh murid baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....