Peminat Membludak, MTs Negeri Fakfak Batasi Penerimaan Siswa Baru

  • 10 Jun 2026 14:18 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala MTs Negeri Fakfak, La Boisi, mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan sekolah alternatif bagi calon peserta didik yang belum sempat mendaftar di MTs Negeri Fakfak. Imbauan tersebut disampaikan setelah kuota penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di madrasah tersebut telah terpenuhi seluruhnya.

La Boisi menjelaskan, MTs Negeri Fakfak membuka pendaftaran lebih awal sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan tersebut. Kebijakan itu dilakukan agar proses penerimaan siswa baru dapat berjalan tertib dan sesuai kapasitas yang tersedia.

"Jadi himbauan saya selaku Kepala MTs Negeri Fakfak, pada musim penerimaan siswa baru ini, kami sudah menerima pendaftaran lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan peminat yang masuk di MTs Negeri Fakfak," ujar La Boisi.

Ia mengatakan, kuota yang disiapkan pada tahun ajaran baru ini sebanyak enam rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi maksimal 32 siswa sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga total daya tampung MTs Negeri Fakfak mencapai 192 peserta didik.

"Kuota yang kami dapatkan sudah penuh untuk enam rombel belajar. Setiap kelas itu 32 siswa, kali enam berarti 192 siswa, dan jumlah 192 siswa itu sudah terpenuhi," katanya.

Dengan kondisi tersebut, pihak madrasah tidak lagi menerima pendaftaran baru. La Boisi pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terlambat mendaftarkan anaknya ke MTs Negeri Fakfak karena keterbatasan daya tampung yang dimiliki sekolah.

Ia mengimbau para orang tua agar tidak terpaku pada satu pilihan sekolah. Menurutnya, masih terdapat sejumlah lembaga pendidikan lain di sekitar Kelurahan Wagom dan Distrik Pariwari yang dapat menjadi alternatif bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan jenjang menengah pertama.

"Mungkin karena terlambat mendaftarkan hanya di MTs Negeri Fakfak, masyarakat bisa memilih alternatif lain. Ada madrasah swasta di samping kami di Wagom, kemudian ada SMP PGRI, ada SMP Satap Negeri di Wagom Gunung, kemudian ada SMP Negeri. Bisa memberikan pilihannya di situ," ungkapnya.

La Boisi menegaskan bahwa keputusan menutup pendaftaran bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan sebagai solusi agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal sesuai kapasitas sekolah. Ia berharap para orang tua dapat segera memanfaatkan kesempatan mendaftarkan anaknya ke sekolah lain yang masih membuka penerimaan peserta didik baru.

"Kami di MTs Negeri Fakfak sudah terbatas, sudah ditutup karena kuota yang kami butuhkan sudah terpenuhi 192 siswa. Jadi sekali lagi saya mohon maaf, tetapi ini adalah solusi yang kami ambil agar masyarakat yang ingin melanjutkan anak-anaknya tetap memiliki pilihan di sekolah-sekolah lain di luar MTs Negeri Fakfak," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....