Contrail Pesawat: Jejak Putih di Langit dan Penjelasan Ilmiahnya

  • 30 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Saat melihat langit cerah, kita sering menemukan garis putih panjang di belakang pesawat terbang. Banyak orang menyebutnya “asap pesawat”, padahal fenomena ini memiliki nama ilmiah yaitu contrail (condensation trail). Contrail adalah jejak awan tipis yang terbentuk akibat proses kondensasi dan pembekuan uap air di atmosfer atas.

Dikutip dari britannica.com, contrail merupakan awan buatan yang terbentuk ketika pesawat terbang pada ketinggian tinggi. Mesin pesawat menghasilkan gas buang yang mengandung uap air, karbon dioksida, partikel kecil dan panas.

Di ketinggian sekitar 8–12 kilometer, suhu udara sangat dingin, sering kali di bawah -40°C. Ketika uap air panas dari mesin bercampur dengan udara dingin tersebut, uap air langsung mengembun lalu membeku menjadi kristal es kecil. Kumpulan kristal es inilah yang terlihat sebagai garis putih panjang di langit.

Pembentukan contrail dipengaruhi oleh tiga faktor utama:

1. Suhu Udara

Semakin dingin udara di atmosfer atas, semakin mudah uap air membeku menjadi kristal es.

2. Kelembapan Udara

Jika udara sangat lembap, contrail dapat bertahan lama dan melebar menjadi awan tipis.

3. Ketinggian Pesawat

Contrail paling sering muncul pada pesawat jet yang terbang di ketinggian jelajah.

Contrail memiliki pengaruh terhadap iklim bumi. Awan tipis hasil contrail dapat memantulkan sebagian cahaya matahari sekaligus menahan panas bumi di atmosfer.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa contrail memberikan kontribusi kecil terhadap efek pemanasan global.

Oleh sebab itu, ilmuwan dan industri penerbangan terus mempelajari cara mengurangi pembentukan contrail, misalnya dengan mengubah rute atau ketinggian penerbangan tertentu.

Jenis-Jenis Contrail:

  • Contrail Sementara: Jejak putih yang hilang dalam beberapa detik atau menit.
  • Contrail Persisten:Contrail yang bertahan lama dan menyebar menjadi lapisan awan tipis.
  • Aerodynamic Contrail: Terjadi akibat perubahan tekanan udara di sekitar sayap pesawat, biasanya saat lepas landas atau bermanuver.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....