PKBM An Nur Fakfak Terapkan Dua Sistem Pembelajaran Fleksibel bagi Warga Belajar

  • 09 Mei 2026 06:17 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) An Nur Fakfak, La Boisi, menjelaskan bahwa proses pembelajaran di PKBM dilakukan melalui dua metode, yakni pembelajaran tatap muka reguler dan pembelajaran mandiri. Sistem tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya warga belajar yang terdiri dari pelajar usia sekolah hingga masyarakat yang sudah bekerja.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka reguler dilaksanakan tiga kali dalam seminggu di PKBM An Nur Fakfak yang berlokasi di Jalan Mabrur. Di lokasi tersebut, pihak PKBM telah menyiapkan ruang kelas dan perpustakaan untuk mendukung proses belajar warga belajar.

“Yang pertama itu belajar tatap muka reguler, pertemuan tiga kali seminggu di PKBM An Nur Fakfak di Jalan Mabrur. Saya sediakan ada perpustakaannya, ada ruang kelasnya, jadi mereka bisa datang belajar secara langsung,” ujar La Boisi.

Selain pembelajaran reguler, PKBM An Nur juga menerapkan sistem pembelajaran mandiri bagi warga belajar yang memiliki keterbatasan waktu. Dalam sistem ini, peserta diberikan buku maupun modul pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri di rumah.

La Boisi mengatakan, warga belajar yang mengikuti pembelajaran mandiri diwajibkan datang ke PKBM satu kali setiap bulan untuk melakukan konsultasi dengan tutor mata pelajaran. Setelah evaluasi dilakukan, peserta kembali diberikan materi lanjutan untuk dipelajari secara bertahap.

“Kita kasih buku atau modul pembelajaran, mereka belajar di rumah. Nanti sebulan sekali datang konsultasi dengan tutor, setelah itu dilanjutkan lagi pembelajarannya,” katanya.

Ia menambahkan, pembelajaran reguler lebih banyak diikuti peserta yang masih berada pada usia sekolah dan belum bekerja. Sementara peserta yang sudah bekerja umumnya memilih pola belajar mandiri agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan mereka.

Untuk menunjang pembelajaran, PKBM An Nur Fakfak juga menyediakan fasilitas pendukung seperti perangkat laptop meskipun jumlahnya masih terbatas. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan sistem pembelajaran jarak jauh atau online kepada warga belajar.

“Kami juga siapkan laptop walaupun sangat terbatas, supaya mereka bisa belajar IT dan memahami pembelajaran jarak jauh atau online,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....