Disdikpora Fakfak Verifikasi 1.400 Data Mahasiswa Beasiswa

  • 09 Sep 2025 11:09 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Mohammad Tahir Patiran, mengungkapkan pihaknya telah menyelesaikan proses verifikasi data mahasiswa asal Fakfak yang mengajukan beasiswa tahun 2025. Dari hasil verifikasi, tercatat sebanyak 1.400 berkas dinyatakan valid dan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

Menurut Tahir, data mahasiswa yang berhasil diverifikasi tersebut berasal dari berbagai kota studi, baik mahasiswa yang kuliah di Fakfak maupun di luar daerah. “Jumlah 1.400 mahasiswa ini akan menjadi acuan dasar bagi kami untuk menyalurkan beasiswa sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya saat diwawancarai di Fakfak, Selasa (9/9/2025).

Ia menjelaskan, meski program beasiswa ini mengusung nama Beasiswa 1.000 Mahasiswa, jumlah penerima bisa saja melampaui target apabila data yang masuk valid. “Kalau ternyata melebihi 1.500, maka tetap akan kami akomodir. Hanya saja, pagu anggaran tahun ini sekitar Rp4 miliar, sehingga jika penerimanya lebih banyak otomatis besaran beasiswanya lebih kecil,” jelasnya.

Tahir menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Ia berharap, pada tahun depan alokasi anggaran bisa ditingkatkan minimal Rp7 miliar agar lebih banyak mahasiswa yang bisa menikmati manfaat program tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga memperhatikan proporsi penerima beasiswa berdasarkan kategori Orang Asli Papua (OAP) dan Non-OAP, baik yang kuliah di Fakfak maupun di luar daerah. Namun, proporsi tersebut masih menjadi data internal Disdikpora dan baru akan dipublikasikan setelah semua proses penyaluran selesai.

Tahir menegaskan, salah satu kriteria penerima beasiswa adalah mahasiswa yang sudah berada di atas semester dua. Ia menyoroti khusus mahasiswa program kedokteran dan jurusan eksakta yang membutuhkan biaya kuliah relatif besar. “Untuk mahasiswa jalur mandiri ini yang kami prioritaskan, sementara yang sudah berada dalam program beasiswa Adik tidak kami akomodir karena mereka sudah mendapat porsi sendiri dari pemerintah pusat maupun provinsi,” katanya.

Ia berharap, pada tahun 2026 pemerintah daerah bersama DPRD bisa bersinergi untuk meningkatkan alokasi beasiswa agar lebih banyak mahasiswa yang terbantu. “Mungkin jumlahnya tidak besar, tapi Insyaallah ini akan menjadi catatan bagi kami untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan putra-putri Fakfak,” pungkas Tahir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....