Masyarakat Didorong Peduli Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
- 20 Jun 2025 12:30 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Guru pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Terpadu Negeri Fakfak, Siti Nurwasis mengungkapkan lembaga pendidikan tersebut menangani sebanyak 13 kategori anak berkebutuhan khusus. Kategori tersebut antara lain tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autis, hingga anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, SLB hadir untuk memberikan perhatian dan pendampingan khusus dalam proses pembelajaran bagi anak-anak tersebut.
Siti menjelaskan anak-anak dengan hambatan belajar juga menjadi bagian dari perhatian utama di SLB Terpadu. "Saya tegaskan layanan pendidikan di SLB tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak penyandang disabilitas fisik dan mental, tetapi juga bagi anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan akibat lingkungan sosial tertentu", terangnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus bukan hanya menjadi tanggung jawab para guru. Ia berharap ada kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar pendidikan inklusif ini bisa berjalan dengan optimal dan berkelanjutan.
"Ini tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya guru, tetapi orang tua dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak spesial ini," ujar Siti. Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan anak-anak SLB sangat dipengaruhi oleh sinergi antara pihak sekolah dan lingkungan sekitar, termasuk orang tua yang berperan aktif dalam mendidik anak di rumah.
Guru-guru SLB Terpadu Negeri Fakfak berharap agar pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat dapat terus mendukung keberadaan dan pengembangan sekolah ini. Dukungan kolektif diyakini mampu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Fakfak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....