Investasi Emas Pegadaian Semakin Diminati Warga Fakfak
- 23 Des 2025 11:40 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Kepala PT Pegadaian Cabang Fakfak, Yuwono Fajar Yanto, menjelaskan, berbagai program yang dijalankan Pegadaian Fakfak selama ini merupakan program yang diturunkan langsung dari kantor pusat, kantor wilayah, hingga kantor area. Program tersebut telah dilaksanakan secara konsisten sejak awal tahun sebagai bagian dari strategi peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Jadi sebenarnya program yang saya laksanakan selama ini banyak program yang dari kanwil. PT Pegadaian Kabupaten Fakfak sendiri itu menjalankan program yang diturunkan dari kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor area,” ujar Yuwono saat ditemui di Fakfak.
Menurutnya, program yang paling banyak dijalankan di Pegadaian Fakfak adalah program literasi, khususnya literasi produk Pegadaian. Literasi tersebut mencakup pemahaman terhadap produk gadai maupun non-gadai yang dimiliki Pegadaian, agar masyarakat tidak hanya mengenal layanan gadai semata.
“Kebanyakan yang kita sudah jalankan itu literasi produk, baik itu produk gadai maupun produk non-gadai. Jadi di bagian itu ada dua produk, gadai dan non-gadai,” jelasnya.
Yuwono menyebutkan, kegiatan literasi tersebut telah dimulai sejak awal tahun dan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat. Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor-kantor, instansi pemerintah, hingga sekolah-sekolah.
“Jadi program itu sudah saya laksanakan dari awal tahun. Kita literasi dari kantor ke kantor, instansi, dan dari sekolah ke sekolah untuk mengedukasi masyarakat,” katanya.
Ia menilai masih banyak masyarakat Fakfak yang belum memahami bahwa Pegadaian tidak hanya melayani gadai, tetapi juga menyediakan berbagai produk investasi, khususnya investasi emas. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting untuk mengubah pola pikir masyarakat.
“Masyarakat di Fakfak ini belum semua tahu tentang investasi emas. Orang awam dulu berpikir kalau ke Pegadaian itu cuma menggadai saja, padahal ada produk-produk investasi lain untuk masa depan,” ungkap Yuwono.
Dalam kesempatan tersebut, Yuwono juga menjelaskan bahwa Pegadaian memiliki tiga jenis produk investasi emas. Ketiganya dapat dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing masyarakat.
“Investasi emas di Pegadaian itu ada tiga jenis, yaitu emas batangan yang dipegang fisik, tabungan emas rencana yang diblokir dan diangsur tiap bulan, serta tabungan emas biasa yang bisa disetor rutin,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga selalu menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing produk kepada masyarakat, sehingga nasabah dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
“Saya jelaskan juga ke masyarakat kelebihan dan kekurangan tiap-tiap produk, jadi tergantung masyarakat memilih mana yang pas untuk mereka,” katanya.
Yuwono mengaku secara pribadi juga menggunakan seluruh produk investasi emas tersebut, termasuk investasi perhiasan. Menurutnya, emas menjadi pilihan investasi yang aman dan stabil untuk jangka panjang, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak.
“Kalau saya pribadi, saya menggunakan semua investasi itu, termasuk perhiasan. Di samping dipakai, juga untuk simpanan tabungan masa depan anak-anak,” tuturnya.
Ia menilai investasi emas lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan uang tunai dalam jumlah besar, karena nilai emas cenderung stabil dan mampu melindungi nilai kekayaan dari dampak inflasi.
“Saya lebih cenderung investasi emas karena nilainya lebih stabil. Setiap tahun terjadi inflasi rupiah, minimal 10 persen ke atas, jadi kalau simpan uang besar di bank justru bisa rugi,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, Yuwono menyebutkan bahwa literasi yang dilakukan Pegadaian Fakfak mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari peningkatan Outstanding Loan (OSL) dan omzet cabang Fakfak yang mengalami pertumbuhan signifikan.
“OSL Fakfak itu sekitar 100 miliar saat saya masuk Januari 2025, sekarang sudah 150-an miliar. Pertumbuhannya hampir 50 persen dan itu sangat luar biasa, apalagi dengan kondisi ekonomi Fakfak yang sedang kurang bagus akibat dampak pemekaran provinsi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....