Krisis Air Bersih, Bupati Samaun Dahlan Kerahkan OPD Turun Langsung Layani Warga

  • 06 Okt 2026 12:15 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak mengerahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat menyusul kondisi kekurangan air yang terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan, pemerintah daerah harus hadir secara langsung membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

“Seperti yang kita ketahui, kondisi saat ini kesulitan air bersih benar-benar terjadi di Kabupaten Fakfak. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, distribusi air bersih akan dilakukan setiap hari selama satu minggu dengan melibatkan jajaran OPD secara bergiliran. Setelah satu minggu, pelaksanaan pelayanan akan dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Potret Bupati Samaun Dahlan memimpin proses pendistribusian air bersih kepada warga.

Pada tahap awal, pelayanan difokuskan di Distrik Pariwari. Seluruh OPD yang telah mendapatkan jadwal diminta memusatkan pelayanan di wilayah tersebut agar distribusi air dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Pindah semua fokus di satu distrik, nanti tinggal Pak Distrik membagi ke kelurahan-kelurahan mana yang bisa kita distribusikan,” katanya.

Untuk mendukung distribusi, Pemkab Fakfak menyiapkan sejumlah sumber air, di antaranya Kali Air Besar dan Ubadari. Pada pelaksanaan awal, kendaraan pikap mengambil air dari Nemewikaria, sementara mobil berkapasitas besar mengambil air dari Air Besar.

Bupati mengatakan, pelayanan air bersih tidak hanya dilakukan di Distrik Pariwari. Sebelumnya, pemerintah telah mengerahkan dua kendaraan, masing-masing dari BPBD dan Satpol PP, untuk melayani masyarakat di Distrik Kokas, Kayauni dan Kramamongga.

Sementara di Distrik Fakfak Barat, pemerintah distrik telah mendapatkan dukungan kendaraan dan mulai melakukan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Bupati, kondisi di wilayah Tomage dan Bomberay ditangani dengan memanfaatkan sumur bor yang telah tersedia. Kodim sebelumnya telah membantu melakukan pengeboran tujuh sumur di wilayah Bomberay dan Tomage.

Bupati menegaskan, penanganan krisis air bersih akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga akan melibatkan instansi vertikal, termasuk TNI dan Polri, untuk memperluas dukungan distribusi air bersih.

“Setelah itu saya akan libatkan lagi instansi-instansi vertikal seperti TNI dan Polri, semua akan saya libatkan sehingga kita bisa bagi dan distribusikan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Selain distribusi menggunakan kendaraan, Pemkab Fakfak juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui percepatan pembangunan sumur bor di sejumlah titik. Bupati menyebut peralatan pengeboran dari Kodim telah tiba dan pemerintah akan mempercepat pelaksanaannya.

“Kita harus berpikir cepat karena kita tidak tahu situasi kondisi ini sampai berapa lama. Langkah pemerintah harus kita lakukan karena kita takut sekali kalau masyarakat sama sekali tidak ada air,” tegas Bupati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....