Penumpukan angkot dan ojek picu pemerintah benahi lalu lintas Thumburuni.

  • 01 Okt 2026 13:42 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Persoalan itu dibahas dalam rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Fakfak bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mencari langkah penanganan yang dapat diterapkan secara bersama lintas sektor.

Kepala Disperindag Fakfak, Mohjak Rengen, mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan yang perlu segera ditata karena kendaraan umum maupun kendaraan masyarakat beraktivitas pada ruang yang sama di depan pasar.

"Ini klasik karena belum adanya terminal. Kendaraan angkot mengambil penumpang lalu bertumpuk dengan ojek, belum lagi lalu lintas keluar masuk pasar. Sehingga ini perlu dibijaki bersama," kata Mohjak.

Menurut Mohjak, penataan lalu lintas menjadi semakin penting karena aktivitas masyarakat di kawasan pasar berpotensi meningkat menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Natal. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat kepadatan kendaraan semakin tinggi apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Salah satu langkah yang dibahas dalam rapat tersebut adalah mengalihkan kembali aktivitas angkot ke terminal di kawasan atas. Kebijakan itu diharapkan dapat mengurangi kendaraan yang berhenti dan menunggu penumpang di depan Pasar Rakyat Thumburuni. "Jadi aktivitas angkot itu dialihkan kembali ke terminal atas supaya tidak menumpuk," ujarnya.

Selain penataan kendaraan, pemerintah juga menyiapkan pembenahan kawasan secara bertahap pada 2027, termasuk jembatan penyeberangan atau flyover menuju Pasar Rakyat Thumburuni. Langkah lintas sektor tersebut diarahkan untuk memperlancar mobilitas kendaraan sekaligus memudahkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar. "Semua upaya bersama lintas sektor ini bermuara agar dapat mempermudah masyarakat Fakfak," kata Mohjak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....