Teknologi Solar Dryer Dinilai Bantu Tingkatkan Mutu Pala
- 10 Sep 2026 14:27 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menilai penggunaan solar dryer sangat membantu meningkatkan proses pengeringan pala. Namun, menurutnya, harga satu unit teknologi tersebut masih tergolong mahal sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Widhi mengatakan, berdasarkan catatan dari kementerian, harga satu unit solar dryer dapat mencapai sekitar Rp400 juta hingga lebih dari Rp1 miliar. Besarnya biaya tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan teknologi pengeringan yang dapat diterapkan kepada masyarakat dan pelaku usaha pala di Kabupaten Fakfak.
Sementara itu, solar dryer dome yang merupakan bantuan dari pemerintah provinsi memiliki nilai sekitar Rp400 juta. Pemerintah Kabupaten Fakfak juga mencoba mengembangkan solar dryer berukuran mini dengan nilai investasi sekitar Rp125 juta sebagai salah satu alternatif teknologi pengeringan yang lebih terjangkau.
Menurut Widhi, teknologi pengeringan tradisional menggunakan asaran pala memiliki biaya yang lebih rendah, yakni sekitar Rp85 juta. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menyesuaikan pilihan teknologi dengan kemampuan anggaran, sekaligus tetap mempertimbangkan aspek efisiensi agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap bisa membantu dengan sistem, dengan konsep satu kampung satu atau dua unit untuk diberikan kepada pengepul,” kata Widhi.
Widhi menambahkan, penggunaan teknologi pengeringan baru menjadi pilihan yang diharapkan dapat dikembangkan ke depan. Selain membantu proses pengeringan pala, teknologi tersebut dinilai dapat mengurangi praktik pengasapan menggunakan kayu yang selama ini menjadi perhatian dalam rantai produksi pala.
Ia menjelaskan, salah satu isu utama komoditas pala Fakfak di pasar Eropa berkaitan dengan persoalan deforestasi. Menurutnya, penggunaan kayu untuk proses pengasapan pala selama ini tidak selalu berasal dari aktivitas perambahan hutan, melainkan dapat menggunakan kayu kering atau produk kayu yang tersedia. Namun, penerapan teknologi pengeringan dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi munculnya persoalan tersebut dan memperkuat daya saing pala Fakfak di pasar internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....