Jarak Sumber Air Hambat Pemadaman Kebakaran Bomberai Fakfak
- 30 Jul 2026 14:33 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak menghadapi kendala dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya terkait keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kejadian.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Fakfak, Kery W. Nafisah, mengatakan jarak antara lokasi pengambilan air dengan titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas saat melakukan pemadaman.
“Itu salah satu kendala sebenarnya. Jadi untuk melakukan pemadaman api sendiri, lokasi pengambilan air dengan tempat kebakaran itu berjauhan,” kata Kery.
Menurutnya, BPBD juga belum memiliki titik pengambilan air yang pasti dan mudah dijangkau ketika terjadi kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari sumber air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pemadaman.
Kery menjelaskan, Pos BPBD sebenarnya memiliki bak penampungan air dengan kapasitas sekitar dua mobil tangki. Namun, persediaan air dalam bak tersebut cepat habis ketika digunakan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran.
“Ada juga lokasi untuk pengambilan air, tapi juga digunakan masyarakat setempat untuk mengambil air dari penampungan tersebut. Jadi air yang tersedia juga harus digunakan bersama masyarakat,” ujarnya.
Khusus kebakaran yang terjadi di wilayah Bomberai, BPBD harus mengambil air dari wilayah Tomage, salah satunya dari aliran kali yang berada di belakang masjid. Namun, kondisi sejumlah kali saat ini mengalami kekeringan akibat musim kemarau, sehingga semakin menyulitkan petugas dalam memperoleh air untuk pemadaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....