Gertak Dorong Produktivitas Perkebunan Pala dan Ekonomi Masyarakat
- 28 Apr 2026 12:01 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Program Gerakan Tanam Kebun Fakfak (Gertak) terus didorong sebagai langkah strategis dalam pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Fakfak. Program ini dinilai menjadi fondasi awal dalam mewujudkan komoditas unggulan daerah, khususnya pala, yang selama ini dikenal sebagai identitas ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, menegaskan bahwa Gertak merupakan pintu masuk menuju program Pala Unggul yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa program tersebut telah selaras dengan arah kebijakan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Program Gertak itu sebetulnya menjadi pintu masuk untuk menuju pada program Pala Unggul. Karena Pala Unggul itu menjadi salah satu visi misi dalam RPJMD Fakfak Membara 2025–2029,” ujar Widhi saat diwawancarai.
Menurutnya, keberlanjutan program Gertak menjadi sangat penting dalam memperkuat branding Fakfak sebagai daerah penghasil pala unggulan. Tidak hanya sebatas gerakan menanam, Gertak juga diarahkan menjadi gerakan ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani.
“Keberlanjutan dari program Gertak ini menjadi arah bagaimana penguatan Kabupaten Fakfak dengan branding sebagai Pala Unggul, termasuk peningkatan mutu, kualitas, hingga tata niaga dan harga bagi petani,” jelasnya.
Dalam implementasinya, terdapat sejumlah fokus utama dalam program Gertak, di antaranya distribusi bibit unggul, bantuan pembersihan lahan, serta penguatan gerakan tanam di masyarakat. Upaya ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur agar lebih produktif.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya mendorong dukungan anggaran baik dari APBD maupun APBN guna memperkuat keberlanjutan program. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pala yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.
Widhi mengungkapkan bahwa program Gertak telah berjalan lebih dari dua tahun dengan cakupan 15 distrik di Fakfak. Wilayah tersebut dipilih karena memiliki dominasi perkebunan pala yang cukup besar, mencakup sekitar 78 persen kampung penghasil pala.
“Gertak ini menjadi program peminatan langsung dari masyarakat. Mereka menyiapkan lahan, kemudian meminta dukungan dinas untuk pembibitan dan gerakan tanam,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk instansi pemerintah, lembaga penyiaran, TNI, hingga organisasi masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan perkebunan pala di Fakfak.
“Program ini lahir dari partisipasi masyarakat. Ketika ada permintaan, dinas langsung merespon dengan menyalurkan bibit dan memberikan edukasi langsung di kebun, baik untuk kelompok tani maupun individu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gertak juga bertujuan mengubah pola tanam tradisional menjadi sistem perkebunan yang lebih teratur dan produktif. Pengaturan jarak tanam serta penggunaan bibit unggul menjadi indikator penting dalam peningkatan hasil produksi.
Di samping pala, Dinas Perkebunan juga mendorong pengembangan tanaman endemik lain seperti pinang, sirih, kopi, kelapa, dan tembakau. Tanaman tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Tanaman endemik ini penting karena bisa langsung dimanfaatkan masyarakat, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun dijual jika ada kelebihan hasil,” tutup Widhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....