Ketahanan Pangan Fakfak Didukung Peran Aktif Pemerintah Kampung

  • 09 Apr 2026 11:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Sholeh, menegaskan bahwa di Fakfak tidak hanya menjadi penampung bahan pangan dari luar, tetapi juga berperan sebagai daerah penghasil pangan lokal yang aktif memasok ke wilayah lain.

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan lokal seperti ubi dan keladi, baik yang mendapat intervensi program maupun yang tidak, dalam volume tertentu telah dipasarkan ke kabupaten tetangga. Hal ini menunjukkan bahwa produksi pangan lokal Fakfak memiliki daya saing di tingkat regional.

“Pangan lokal yang diintervensi maupun yang tidak, dalam volume tertentu sudah dijual ke kabupaten lain, khusus untuk ubi dan keladi. Bukan semata kita hanya jadi daerah penampung, tapi kita juga daerah produsen,” ujar Muhammad Sholeh.

Lebih lanjut, ia mengatakan distribusi pangan tersebut dilakukan secara proporsional, dengan mempertimbangkan aspek geografis dan efisiensi biaya. Misalnya, hasil produksi dari Distrik Bomberai lebih banyak dipasarkan ke Teluk Bintuni, sementara dari Distrik Karas cenderung dijual ke Kabupaten Kaimana.

Menurutnya, kondisi geografis menjadi faktor utama dalam menentukan jalur distribusi. “Dari Bomberai lebih ekonomis ke Bintuni, dan dari Karas lebih dekat ke Kaimana, sehingga biaya distribusi bisa ditekan,” jelasnya.

Terkait ketersediaan pangan, Muhammad Sholeh memastikan bahwa dalam tiga bulan terakhir pada tahun 2025, stok pangan di Kabupaten Fakfak berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Ia optimistis kondisi tersebut akan terus terjaga bahkan meningkat, seiring adanya kebijakan pemerintah melalui peraturan presiden yang mengatur penggunaan dana kampung secara lebih ketat, khususnya untuk sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.

“Dengan adanya kebijakan tersebut, kami yakin kepala kampung akan berinisiatif mengalokasikan anggaran untuk mendukung produksi pangan. Jika konsisten dijalankan pada 2026, maka produksi akan meningkat dan ketahanan pangan di Fakfak akan sangat tercukupi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....