Disperindag Fakfak Jelaskan Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok

  • 13 Mar 2026 12:18 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, menanggapi laporan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar. Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga tidak terlepas dari berbagai komponen biaya yang harus ditanggung pedagang sebelum barang sampai ke tangan konsumen.

Menurut Mohjak, pedagang biasanya melakukan perhitungan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan selama proses distribusi barang. Mulai dari biaya penurunan kontainer di pelabuhan, ongkos pengiriman dari daerah asal hingga biaya operasional lainnya yang harus dibayar sebelum barang dijual di pasar.

Ia menyebutkan, sebagian besar bahan kebutuhan pokok yang dijual di Fakfak didatangkan dari luar daerah, seperti dari Kota Surabaya. Proses distribusi dari pelabuhan hingga ke pasar tentu membutuhkan biaya tambahan yang akhirnya memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

“Memang ada laporan berkaitan dengan kenaikan harga itu. Pedagang kadang juga ada yang menghitung-hitung harganya. Mulai dari penurunan kontainer atau belanja dari Surabaya sampai ke pelabuhan dan pembayaran hingga ke pasar itu penjualan pasti ada ongkos-ongkos,” kata Mohjak.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak selalu bisa menekan harga secara langsung karena adanya komponen biaya distribusi tersebut. Namun, Disperindag berupaya mencari solusi agar harga bahan pokok tetap terkendali di pasaran.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melibatkan berbagai agen penyalur bahan pokok serta bekerja sama dengan Perum Bulog. Melalui keterlibatan agen sembako dan Bulog, diharapkan masyarakat dapat memperoleh barang kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurut Mohjak, penjualan bahan pokok oleh Bulog dengan harga yang lebih rendah dapat membantu menekan harga di tingkat pedagang maupun pengecer di pasar. Dengan demikian, stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Rekomendasi Berita