Kurangi Pasokan Luar, Fakfak Benahi Sektor Pertanian

  • 04 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Zulkifly Laode Hilu, menegaskan bahwa ketersediaan sejumlah komoditas hortikultura masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah daerah. Hal tersebut terutama terkait pasokan sayuran seperti wortel, kentang, dan kol yang hingga kini masih didatangkan dari luar daerah.

Menurut Zulkifly, kondisi ini kerap menjadi sorotan masyarakat ketika berbelanja di pasar. Ia menyebut, masyarakat jarang mempertanyakan ketersediaan sayuran seperti kangkung, bayam, buncis, atau kacang panjang, karena komoditas tersebut relatif tersedia dari petani lokal.

“Ini menjadi PR bagi kita, terutama di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak. Ketika saya ke pasar, yang ditanyakan itu bukan kangkung, bukan bayam, bukan buncis, bukan kacang panjang. Tapi ketika butuh wortel, kentang, mereka tanya, ini pasokannya dari mana?” ujarnya.

Ia menambahkan, jawaban yang sering muncul adalah komoditas tersebut berasal dari luar daerah. “Pasti mereka menjawab dari luar, karena untuk kebutuhan di masyarakat petani, khususnya petani Fakfak, belum pernah melakukan hal itu,” katanya.

Zulkifly menjelaskan, ke depan pihaknya berkomitmen membangun kawasan-kawasan pertanian baru yang memungkinkan untuk ditanami komoditas wortel, kentang, dan kol. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan tiga komoditas tersebut membutuhkan proses dan kajian yang matang.

“Kita akan membuat suatu kawasan yang memang bisa ditanami wortel, kentang, dan kol. Tapi ini kan membutuhkan proses. Kita harus lihat kondisi tanahnya, tidak sembarang tempat bisa kita coba,” jelasnya.

Ia mencontohkan wilayah Fakfak Barat sebagai salah satu opsi yang bisa ditinjau, namun tetap perlu dilakukan kajian kesesuaian lahan. Selain itu, pihaknya juga akan mengidentifikasi distrik lain yang berpotensi untuk melakukan penanaman ketiga komoditas tersebut secara berkelanjutan.

“Sementara pertanyaan ke depan, kita akan mencari distrik mana yang kira-kira bisa memproduksi dan melakukan agronomi untuk penanaman tiga jenis ini. Mudah-mudahan ke depan ketika orang tanya, ini dari mana, jawabannya sudah dari Fakfak. Sebenarnya kita akan benahi itu semua,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....