Pandoki dan Tembakau Negeri Warisan Budaya Asli Fakfak

  • 12 Feb 2026 11:08 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak : Pandoki dan tembakau negeri ditegaskan sebagai bagian penting dari warisan budaya masyarakat Fakfak yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Pandoki merupakan alat isap rokok tradisional yang dibuat dari pucuk daun nipah. Bagi masyarakat pesisir Fakfak, penggunaan bahan alami tersebut mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara sederhana, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Tembakau negeri menjadi pelengkap utama tradisi tersebut. Selain digunakan dalam aktivitas sehari-hari, tembakau lokal juga memiliki nilai sosial karena hadir dalam interaksi masyarakat serta kegiatan adat.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan pandoki dan tembakau negeri tidak sekadar alat tradisional, tetapi simbol identitas masyarakat.

“Pandoki dan tembakau negeri adalah representasi sejarah, budaya, dan nilai hidup masyarakat Fakfak yang harus dijaga keberadaannya,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian perlu dilakukan melalui pendataan, dokumentasi, serta penguatan narasi budaya agar warisan tersebut tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kalau tidak kita data dan lestarikan sekarang, generasi muda bisa saja kehilangan pengetahuan tentang tradisi ini,” katanya.

Ia menambahkan keahlian membuat pandoki secara tradisional saat ini masih bertahan di sejumlah kampung seperti Mandoni, Patimburak, Batufiafas, Air Besar, Kanantare, Sakartemen, dan beberapa wilayah lain yang masih dalam proses pendataan.

Selain sebagai bahan baku pandoki, tanaman nipah juga memiliki makna filosofis karena tumbuh berumpun. Dalam budaya Fakfak, bentuk tersebut melambangkan kebersamaan, ketahanan, dan keberlanjutan hidup masyarakat yang selaras dengan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....