Capaian Pajak Fakfak Masih Rendah Jelang Akhir Tahun

  • 26 Nov 2025 11:42 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Fakfak, Muhammad Burhani Rustam, menyampaikan perkembangan terbaru terkait capaian penerimaan pajak di wilayah Kabupaten Fakfak hingga 20 November 2025. Ia menjelaskan KP2KP Fakfak mengikuti target penerimaan yang ditetapkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong sebagai kantor induk.

Burhani merinci, untuk penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas, KP2KP Fakfak membukukan capaian sebesar Rp16,9 miliar atau 3,64 persen. Sementara untuk penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), tercatat mencapai Rp20,6 miliar atau 2,21 persen dari target yang telah ditentukan.

Selain itu, pajak bumi dan bangunan (PBB) yang masuk ke penerimaan pusat juga menyumbang angka sebesar Rp661 juta atau 8,77 persen. Burhani menambahkan bahwa terdapat pula penerimaan dari kategori pajak lainnya yang mencapai sekitar Rp11,3 miliar.

“Kalau ditotal, penerimaan kita sampai dengan 20 November 2025 mencapai Rp49,541 miliar,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kategori pajak lainnya sebagian besar berasal dari pembayaran yang dimasukkan ke deposit pajak sebagai penampungan sementara oleh wajib pajak.

Menurutnya, praktik tersebut banyak dilakukan oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah terjadinya keterlambatan pembayaran. Namun, Burhani menegaskan bahwa dana yang masuk ke deposit seharusnya segera terdistribusi ke jenis pajak yang benar, seperti PPN atau PPh, sesuai kewajiban pelaporan masing-masing OPD.

“Kemungkinan OPD-OPD belum melaporkan pajak sesuai jenisnya, sehingga penerimaan itu masih tergolong dalam pajak lainnya,” jelasnya. Kondisi ini turut memengaruhi capaian realisasi penerimaan yang dinilai masih cukup berat pada tahun ini.

Burhani mengatakan hingga November 2025, realisasi penerimaan baru mencapai 43 persen dari total target Rp1,4 triliun. Sementara itu, total penerimaan KPP Pratama Sorong tercatat berada di angka Rp608 miliar lebih atau sekitar 4,3 persen.

Meski capaian masih jauh dari target, pihaknya tetap optimis terjadi peningkatan pada sisa waktu yang ada. Burhani berharap peningkatan belanja pemerintah pada akhir tahun akan mendorong kenaikan penerimaan pajak sehingga dapat mendekati target yang telah ditetapkan.

“Walaupun kemungkinan tidak mencapai 100 persen, setidaknya kami berharap bisa mendekati angka 80 hingga 90 persen,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....