Asal Usul Tren Celana Melorot

  • 17 Sep 2026 07:32 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Tren memakai celana hingga di bawah pinggang sehingga memperlihatkan pakaian dalam ini berakar dari sistem penjara di Amerika Serikat pada tahun 1960-an dan 1970-an. Ada dua alasan utama mengapa hal ini terjadi di dalam penjara,demikian di kutip Indozone.Id.

  1. Larangan Sabuk: Untuk mencegah tahanan menggunakan sabuk sebagai alat untuk bunuh diri atau kekerasan, pihak penjara melarang penggunaan sabuk.
  2. Ukuran Seragam yang Tidak Pas: Tahanan sering diberikan seragam dengan ukuran yang terlalu besar (oversized). Kombinasi antara tidak adanya sabuk dan ukuran celana yang longgar menyebabkan celana mereka terus-menerus melorot ke bawah.

Mitos tentang Ketersediaan Seksual

Terdapat mitos populer yang menyatakan bahwa sagging di penjara adalah sinyal bahwa seorang tahanan "tersedia" secara seksual untuk sesama tahanan lain (homoseksual). Namun, banyak sumber sejarah fashion menegaskan bahwa ini hanyalah rumor dan bukan alasan utama munculnya tren tersebut. Alasan utamanya tetap karena keterbatasan akses terhadap sabuk dan ukuran seragam.

Penyebaran ke Budaya Populer (Hip-Hop)

Setelah para tahanan dibebaskan, mereka tetap mengenakan celana dengan gaya melorot tersebut. Gaya ini kemudian diadopsi dan dipopulerkan oleh musisi Hip-Hop dan budaya skateboarding pada awal 1990-an. Tokoh-tokoh musik rap membuat gaya ini menjadi simbol identitas jalanan (street cred) dan akhirnya menyebar ke arus utama (mainstream), terutama di kalangan pria muda.

Kontroversi dan Penolakan

Sejak menjadi tren global, sagging menuai banyak kontroversi:

  • Banyak orang menganggapnya tidak sopan dan tidak menghormati norma sosial.
  • Sejumlah kota di AS, sekolah, dan bahkan maskapai penerbangan pernah mengeluarkan peraturan atau larangan terhadap gaya ini, dengan alasan keamanan atau ketertiban umum.
  • Kritik juga muncul terkait isu rasial, karena larangan tersebut sering dianggap menargetkan pemuda Afrika-Amerika dan Hispanik.

Penurunan Popularitas

Pada pertengahan hingga akhir 2010-an, popularitas sagging mulai menurun drastis. Tren fashion bergeser ke arah pakaian yang lebih pas di badan (tailored dan slim-fit). Meskipun demikian, gaya ini sesekali masih muncul kembali dalam bentuk adaptasi modern atau sebagai bagian dari nostalgia budaya tertentu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....