Orang yang Sering Bilang "Aku Ga Papa"Justru Lebih Rentan Stres

  • 09 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Orang yang selalu memendam perasaan dan refleks bilang "aku nggak apa-apa" saat menghadapi masalah justru menyimpan potensi tekanan mental yang lebih besar. Kebiasaan ini sering kali menjadi tanda dari repressive coping mekanisme pertahanan diri dengan cara menekan emosi negatif agar terlihat kuat atau tidak beban bagi orang lain,demikian di kutip Indozone.Id.

Kenapa Kebiasaan Ini Rentan Pemicu Stres?

  • Akumulasi Emosi (Efek Bola Salju): Emosi negatif yang terus ditekan tidak hilang begitu saja. Emosi tersebut menumpuk di bawah sadar dan bisa meledak sewaktu-waktu dalam bentuk burnout, kecemasan parah, atau depresi.
  • Beban Fisik (Psikosomatis): Tubuh merespons stres yang dipendam dengan mengeluarkan hormon kortisol secara terus-menerus. Akibatnya, muncul gejala fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, insomnia, hingga nyeri otot tanpa sebab medis yang jelas.
  • Isolasi Sosial: Mengatakan "aku nggak apa-apa" menutup pintu bagi orang lain untuk memberikan dukungan. Hal ini membuat pelakunya merasa kesepian dan berjuang sendirian.
  • Pelelahan Mental (Emotional Exhaustion): Pura-pura baik-baik saja membutuhkan energi mental yang sangat besar. Menggunakan "topeng" bahagia setiap hari jauh lebih melelahkan dibanding mengekspresikan rasa sedih atau marah.

Langkah Kecil untuk Mulai Terbuka

  1. Validasi Emosi Diri: Sadari bahwa merasa tidak baik-baik saja adalah hal yang manusiawi.
  2. Ganti Kalimat: Mulai coba katakan, "Aku lagi agak lelah hari ini, tapi nanti aku kabarin ya" ketimbang langsung bilang "Aku nggak apa-apa."
  3. Cari Wadah Aman: Jika belum siap cerita ke orang lain, tuliskan perasaan tersebut di jurnal atau temui profesional seperti psikolog.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....