Cara mengatasi Fomo dengan Bijak
- 30 Jun 2026 14:01 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak- Di era digital saat ini, kita semakin mudah melihat kehidupan orang lain melalui media sosial. Foto liburan, pencapaian karier, gaya hidup, hingga kesuksesan teman sering muncul setiap hari di layar kita. Tanpa disadari, hal ini dapat memunculkan perasaan FOMO (Fear of Missing Out), yaitu rasa takut tertinggal atau merasa tidak cukup dibandingkan orang lain,demikian di kutip Indozone.Id.
FOMO bukan sekadar rasa penasaran. Jika dibiarkan, FOMO dapat membuat seseorang mengambil keputusan bukan berdasarkan kebutuhan sendiri, melainkan karena ingin mengikuti tren atau mendapatkan pengakuan dari orang lain. Lalu, bagaimana cara mengatasinya dengan bijak?
1. Sadari Bahwa Tidak Semua Hal Harus Diikuti
Salah satu penyebab FOMO adalah kebiasaan membandingkan kehidupan kita dengan potongan terbaik kehidupan orang lain. Media sosial biasanya hanya menampilkan momen yang sudah dipilih dan disaring.
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Tidak mengikuti semua tren, acara, atau gaya hidup bukan berarti kita tertinggal. Justru, memahami prioritas pribadi membuat hidup lebih terarah.
2. Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Membandingkan diri secara terus-menerus dapat mengurangi rasa percaya diri. Cobalah mengubah pertanyaan dari:
"Mengapa saya belum seperti mereka?"
menjadi:
"Apa yang bisa saya lakukan untuk berkembang sesuai tujuan saya?"
Fokus pada perkembangan diri sendiri akan membantu membangun rasa puas yang lebih sehat.
3. Gunakan Media Sosial dengan Kesadaran
Media sosial seharusnya menjadi alat, bukan pengendali hidup kita. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Batasi waktu bermain media sosial.
- Berhenti mengikuti akun yang membuat stres atau merasa tidak cukup.
- Gunakan media sosial untuk belajar dan mendapatkan inspirasi.
- Beri waktu untuk menikmati kehidupan tanpa harus membagikannya.
Dengan begitu, kita tetap terhubung tanpa kehilangan kendali.
4. Tentukan Nilai dan Prioritas Pribadi
FOMO sering muncul ketika kita belum jelas dengan apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri.
Cobalah tanyakan:
- Apa tujuan saya saat ini?
- Apa yang membuat saya merasa bahagia dan bermakna?
- Apakah keputusan ini saya ambil karena ingin atau karena takut tertinggal?
Ketika memiliki arah yang jelas, kita lebih mudah berkata “tidak” pada hal-hal yang tidak sesuai.
5. Belajar Menikmati Momen Saat Ini
Lawan dari FOMO adalah JOMO (Joy of Missing Out), yaitu kemampuan menikmati pilihan sendiri tanpa merasa kehilangan sesuatu.
Misalnya, memilih beristirahat di rumah saat orang lain pergi bukan berarti melewatkan hidup. Bisa jadi, itu adalah bentuk menghargai kebutuhan diri sendiri.
Latihan sederhana seperti menikmati makanan tanpa membuka ponsel, berjalan tanpa mengecek notifikasi, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap momen sekarang.
6. Bersyukur atas Apa yang Dimiliki
Rasa syukur dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus mengejar apa yang dimiliki orang lain. Cobalah mencatat beberapa hal yang sudah berjalan baik setiap hari, sekecil apa pun itu.
Dengan menghargai proses sendiri, kita akan lebih mampu melihat bahwa kehidupan kita juga memiliki nilai.
FOMO adalah hal yang wajar terjadi, terutama di zaman yang penuh informasi seperti sekarang. Namun, kita tidak harus membiarkan rasa takut tertinggal mengendalikan keputusan hidup.
Mengatasi FOMO bukan berarti menjauh dari dunia, tetapi belajar memilih dengan sadar. Hidup yang bermakna bukan tentang mengikuti semua hal, melainkan tentang mengetahui apa yang benar-benar penting bagi diri kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....