Ko-Hin Kembangkan Bakso hingga Mie Ayam Jamur
- 07 Okt 2026 14:42 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak — Berawal dari usaha bakso milik sang ayah, Andriansyah kemudian mengembangkan usaha keluarga tersebut menjadi Ko-Hin, sebuah usaha kuliner yang tidak hanya menawarkan bakso, tetapi juga menghadirkan mie ayam jamur sebagai salah satu menu andalannya.
Dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Fakfak, Andriansyah, pemilik Bakso Ko-Hin, menceritakan bahwa usaha tersebut merupakan bisnis turunan dari ayahnya yang telah berjualan sejak sekitar 2020, sebelum pandemi COVID-19. Saat itu, usaha masih dijalankan di kawasan Jalan Baru dengan menu bakso tetelan.
Andriansyah yang ketika itu masih menjalani perkuliahan sempat menghadapi pilihan sulit ketika sang ayah sakit. Kesulitan membagi waktu antara kuliah dan membantu usaha membuatnya memilih untuk bekerja. Seiring waktu, ia mulai melihat peluang untuk mengembangkan usaha yang awalnya dijalankan secara sederhana tersebut.
“Awalnya memang bukan pilihan saya karena ini usaha turunan dari bapak. Tapi makin ke sini saya berpikir, yang awalnya apa adanya ini apakah bisa kita dorong potensinya di bidang ini,” ujar Andriansyah.
Setelah mengalami beberapa kali perpindahan lokasi, termasuk ketika tempat usaha di samping Copy Paste terbakar, Andriansyah kemudian membuka outlet Ko-Hin di kawasan Brawijaya. Nama Ko-Hin dipilih karena terdengar berbeda dan mudah diingat, sekaligus memiliki nuansa Tionghoa yang sesuai dengan ketertarikannya pada hal-hal berbau Chinese.
Jika sebelumnya hanya menjual bakso tetelan, pengembangan usaha kemudian dilakukan dengan menghadirkan mie ayam. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap mie ayam, Andriansyah mulai bereksperimen menciptakan menu yang berbeda. Dari proses tersebut lahirlah mie ayam jamur dan bakso keju sebagai menu yang menjadi ciri khas Ko-Hin.
“Fakfak menurut saya membutuhkan sesuatu yang baru. Jadi saya mencoba menghadirkan mie ayam jamur. Sebelum dijual, saya juga sering mencoba resep dan memberikan tester kepada beberapa orang untuk mendapatkan masukan,” katanya.
Bagi Andriansyah, Ko-Hin tidak sekadar menjadi tempat makan, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pengalaman kuliner baru bagi masyarakat Fakfak. Ke depan, ia masih memilih fokus memperbaiki sistem operasional dan mengembangkan usaha secara bertahap, sekaligus berharap bisnisnya dapat membuka lapangan kerja bagi lebih banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....