Balle Yummy Jaga Konsistensi Rasa untuk Pertahankan Pelanggan
- 17 Sep 2026 07:18 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Menjaga kualitas dan konsistensi rasa menjadi salah satu kunci yang diterapkan Indah Fitri Ramdhani dalam mengembangkan usaha kuliner Balle Yummy. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Fakfak.
Indah menceritakan, Balle Yummy mulai dirintis sekitar tahun 2020-an. Sebelum membangun usaha sendiri, ia terlebih dahulu membantu sang mama menjual bolen pisang. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian memberanikan diri mengembangkan usaha dengan berbagai pilihan makanan dan minuman.
Menurut Indah, konsistensi menjadi hal penting agar pelanggan dapat mengenali produk yang dibuatnya. Karena itu, ia memilih tidak menjual menu tertentu ketika bahan atau bumbu yang dibutuhkan sulit diperoleh di Fakfak. “Kalau ada bahan yang tidak tersedia, lebih baik tidak jual daripada mengganti dengan bahan lain yang bisa mengubah cita rasa,” ujarnya.
Balle Yummy kini menyediakan sejumlah menu, di antaranya mochi dengan aneka topping, dimsum dengan berbagai saus, tahu isi, ayam richeese, ayam khas Lombok, serta aneka minuman dan es. Dari berbagai menu tersebut, mochi dan ayam richeese menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan.
Menariknya, proses menghasilkan mochi yang sesuai standar tidak langsung berhasil. Indah mengaku sempat mengalami kegagalan saat membuat adonan dan melakukan trial and error selama sekitar satu minggu hingga menemukan resep yang sesuai. Sementara untuk menu ayam richeese, ia menyebut proses pembuatannya termasuk yang cukup sulit, berbeda dengan dimsum yang relatif lebih mudah dibuat.
Bagi Indah, masukan pelanggan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas. Ia bahkan terbiasa meminta pendapat pelanggan mengenai rasa dan kekurangan produknya. “Kalau ada yang memberikan masukan negatif, tetap saya terima sebagai evaluasi supaya ke depannya bisa diperbaiki,” katanya.
Untuk menjaga usaha tetap bertahan, Indah mengingatkan pelaku UMKM agar sejak awal memperhitungkan harga pokok produksi (HPP) dengan cermat.
“Jangan sampai salah menghitung HPP, karena harga jual harus sesuai dengan bahan yang kita keluarkan supaya tidak mengalami kerugian,” ujarnya. Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk saling mendukung dan tidak menjatuhkan satu sama lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....