Sukma Beauty Salon, Dari Passion Jadi Peluang Usaha

  • 14 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Ketertarikan pada dunia kecantikan sejak masa SMA mendorong Sukma Wahyu Setiawan mengembangkan hobinya menjadi peluang usaha. Berawal dari kegemaran merias diri, Sukma mulai belajar make up saat kuliah dan menerima pekerjaan sebagai perias pengantin sekitar 2017–2018.

Sukma kemudian mengembangkan kemampuannya di bidang kecantikan hingga akhirnya membuka Sukma Beauty Salon di Fakfak pada 2024. Sebelumnya, ia sempat bekerja di perbankan sambil tetap menerima pekerjaan make up. Setelah kontraknya berakhir, Sukma memutuskan lebih serius mengembangkan keterampilan di bidang make up dan perawatan rambut.

“Motivasi saya sederhana, saya ingin punya usaha yang sesuai dengan passion dan menjadi diri saya sendiri. Saya suka dandan, ingin bermanfaat, memberikan pelayanan yang baik untuk pelanggan, sekaligus membuka peluang kerja,” ujar Sukma dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Fakfak.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Sukma terus mengikuti berbagai kursus di luar daerah. Jika kemampuan make up sudah beberapa kali diasah melalui pelatihan, keterampilan perawatan rambut justru menjadi bidang yang terus ia dalami karena memiliki banyak teknik dan jenis perawatan.

Saat ini, Sukma Beauty Salon melayani berbagai kebutuhan kecantikan, seperti make up, perawatan rambut dan tubuh, manicure, serta nail art. Salon tersebut juga menyediakan penyewaan baju adat dan baju pengantin.

Dari berbagai layanan yang tersedia, perawatan rambut terutama keratin menjadi salah satu yang paling diminati pelanggan. Sukma menyebut hasil perawatan yang sesuai dengan harapan pelanggan menjadi salah satu alasan layanan tersebut mendapat respons positif. Harga perawatan keratin mulai dari Rp300 ribu, tergantung panjang dan ketebalan rambut.

Menurut Sukma, menjaga kualitas tidak hanya bergantung pada produk dan treatment, tetapi juga kemampuan serta pelayanan tim.

“Hasil akhir harus sesuai atau bahkan lebih bagus dari yang diinginkan pelanggan. Skill harus terus berkembang, bukan hanya saya, tetapi tim juga. Keramahan, kebersihan dan kerja sama menjadi bagian penting,” katanya.

Perjalanan usaha tersebut juga memberikan dampak positif bagi Sukma. Dari yang awalnya menangani salon seorang diri hingga kewalahan, kini ia telah memiliki tim yang dapat diajak bekerja sama sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Ia berpesan kepada calon pelaku usaha agar berani memulai, melakukan perhitungan dengan matang, konsisten meningkatkan keterampilan, dan tidak berhenti melakukan promosi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....