Polinef Dorong Manisan Pala WW Tembus Pasar Digital

  • 09 Sep 2026 15:34 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemanfaatan teknologi tepat guna mulai mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Manisan Pala WW di Kampung Sekban, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Usaha yang dirintis sejak 2005 tersebut kini mendapat dukungan alat press hidrolik, pembaruan kemasan, serta pendampingan pemasaran digital dari Politeknik Negeri Fakfak (Polinef).

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Polinef, Maryati, mengatakan intervensi tersebut dilakukan untuk memperbaiki sejumlah aspek dalam pengembangan usaha, mulai dari efisiensi produksi, peningkatan mutu dan keamanan pangan, hingga perluasan pemasaran produk olahan pala lokal.

“Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mutu, keamanan pangan, serta daya saing produk melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan kemasan,” ujar Maryati.

Menurutnya, penggunaan alat press hidrolik menjadi salah satu inovasi utama karena dapat membantu proses pemerasan dengan tekanan yang lebih seragam. Kondisi tersebut diharapkan membuat proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten.

“Penggunaan alat press hidrolik memungkinkan proses pemerasan dilakukan dengan tekanan lebih seragam sehingga produksi lebih efisien dan konsisten,” jelasnya. Polinef juga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan alat agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku usaha.

Selain teknologi produksi, pendampingan juga diarahkan pada penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Aspek yang diperhatikan meliputi higiene personal, sanitasi peralatan dan lingkungan produksi, serta penggunaan wadah yang sesuai dengan standar keamanan pangan.

Dari sisi pemasaran, Manisan Pala WW kini menggunakan standing pouch berbahan aluminium foil yang ditutup dengan heat sealer untuk membantu melindungi produk dari oksigen dan uap air. Label produk turut diperbarui dengan informasi legalitas seperti izin PIRT dan sertifikat halal. Polinef juga memberikan pendampingan pemasaran digital melalui pembuatan konten promosi dan pemanfaatan media sosial.

Usaha yang dikelola Nurhayati tersebut selama ini menggunakan buah pala dari petani lokal di Sekban, Torea, dan Tanama. Sebelum mendapatkan pendampingan, kapasitas produksinya sekitar 10 kilogram setiap dua minggu atau 76 kemasan berisi 120 gram yang dipasarkan dengan harga Rp10 ribu per kemasan. Dengan dukungan teknologi, peningkatan mutu, kemasan, dan pemasaran digital, Manisan Pala WW diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar dan menjadi salah satu produk olahan pala khas Fakfak yang memiliki daya saing lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....