Berawal Dari Coba-Coba Jadi Usaha, Kisah Perjalanan Latansa Corner
- 02 Jun 2026 15:38 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Siapa sangka usaha kuliner yang berawal dari rasa penasaran melihat video membuat pizza di media sosial kini berkembang menjadi salah satu UMKM yang dikenal masyarakat Fakfak. Kisah tersebut dialami oleh Rizky Laily Ramadhan, pemilik Latansa Corner yang memulai usahanya pada tahun 2022.
Rizky menceritakan, ide berjualan muncul secara tidak sengaja saat bulan Ramadan. Saat itu ia masih berstatus mahasiswa semester tiga dan aktif mengajar di salah satu lembaga pendidikan dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Ketika sedang melihat konten di media sosial, ia menemukan video pembuatan pizza dan tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri.
"Awalnya saya hanya iseng melihat video orang membuat pizza. Saya coba beli bahan-bahannya yang ternyata tersedia di Fakfak, lalu saya buat sendiri. Hasilnya berhasil dan rasanya enak," ujar Rizky.
Pizza buatannya kemudian diunggah melalui status WhatsApp. Sejumlah murid yang melihat unggahan tersebut tertarik dan meminta dibuatkan untuk acara buka puasa bersama. Meski saat itu belum berniat menjual produknya, Rizky tetap membuatkan pesanan tersebut tanpa memungut biaya. Di luar dugaan, pizza tersebut mendapat respons positif dan banyak pujian dari para muridnya. Tak lama kemudian, pesanan mulai berdatangan dari teman dan kerabat yang melihat unggahan serupa di media sosial.
Meski sempat merasa khawatir dengan kualitas produknya, Rizky tetap memberanikan diri menerima pesanan. Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan bisnis yang terus berkembang hingga saat ini.
Selain pizza, Rizky juga melihat peluang usaha dari berbagai jenis camilan. Berawal dari kegemarannya mengonsumsi basreng yang dibeli secara daring, ia mencoba menjual produk serupa dalam kemasan 150 gram dan 250 gram. Ternyata produk tersebut mendapat sambutan baik dan cepat habis terjual.
Saat ini Latansa Corner dikenal dengan berbagai produk kuliner, namun pizza dan bubur ayam menjadi menu yang masih rutin dipasarkan. Pizza tersedia dalam empat varian, yakni Melt Lover, Extra Cheesy, Pepperoni, dan Mozarella. Varian Mozarella menjadi menu terlaris karena menggunakan topping keju yang melimpah.
Rizky mengakui perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Selain mengelola bisnis, ia juga mengajar, membuka kursus bahasa Arab, serta menjalankan jasa titip. Kesibukan tersebut kerap membuatnya kesulitan membagi waktu untuk melayani pelanggan.
"Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Kadang saya tidak sempat membalas pesan karena banyak aktivitas lain. Tapi saya belajar mengatur waktu dan tetap meluangkan kesempatan untuk promosi serta melayani pelanggan," katanya.
Meski pernah merasa lelah dan ingin menyerah, Rizky memilih untuk terus bertahan. Ia percaya keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh seberapa sempurna persiapan seseorang, melainkan keberanian untuk memulai dan konsisten menjalaninya.
"Hal yang besar dimulai dari yang kecil. Jangan takut mencoba sesuatu hanya karena merasa belum siap. Yang penting usaha, doa, dan tetap konsisten," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....