BPOM Dampingi UMKM Fakfak Tingkatkan Daya Saing
- 13 Feb 2026 19:22 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari terus melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Fakfak guna meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pendampingan dilakukan melalui bimbingan teknis, fasilitasi perizinan, serta pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Kepala BPOM Manokwari, Agustince Werimon, mengatakan pihaknya telah beberapa kali datang ke Fakfak karena daerah ini memiliki potensi produk lokal yang cukup besar, bahkan menjadi perhatian pemerintah pusat. “Kami sudah beberapa kali ke Fakfak terkait pembinaan pelaku usaha. Bahkan tahun lalu kami datang bersama tim dari pusat, karena Fakfak memiliki potensi produk yang baik dan perlu terus didampingi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini di Fakfak telah ada satu industri kosmetik dengan klasifikasi grade A, yang menunjukkan standar produksi sangat baik dan memungkinkan pelaku usaha lain untuk bekerja sama dalam proses produksi.
“Ini menjadi kebanggaan karena untuk saat ini ada satu industri kosmetik di Fakfak yang sudah grade A. Artinya sudah memenuhi standar tinggi, bahkan bisa memfasilitasi pelaku usaha lain untuk numpang produksi,” kata Agustince.
Menurutnya, kegiatan pendampingan yang dilakukan BPOM tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga bimbingan teknis yang berlanjut hingga tahap produksi dan pemasaran. “Kami benar-benar ingin produk-produk lokal ini menjadi produk unggul dan berdaya saing. Karena itu pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui bimbingan teknis yang masih berlangsung,” jelasnya.
Agustince menambahkan, pengembangan UMKM tidak hanya membutuhkan pendampingan teknis, tetapi juga dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam memperluas akses pasar. “Produk sudah didampingi dan difasilitasi sampai siap dipasarkan, tetapi kalau market-nya terbatas sangat disayangkan. Karena produknya sebenarnya unggul dan harusnya bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung melalui kebijakan maupun penyediaan sarana promosi dan pemasaran produk lokal, seperti pusat oleh-oleh atau regulasi yang mendorong penggunaan produk daerah. “Kami berharap ada dukungan pemerintah daerah, mungkin melalui regulasi atau penyediaan tempat khusus penjualan produk lokal, supaya UMKM bisa berkembang lebih baik,” katanya.
Kepala BPOM Manokwari juga menegaskan pendampingan akan terus dilakukan secara bertahap, tidak hanya di Fakfak tetapi juga di kabupaten lain di wilayah Papua Barat. “Tahun ini kami merencanakan pendampingan lebih luas karena produk tidak hanya dari Fakfak, tetapi juga dari kabupaten lain yang perlu dibina,” pungkas Agustince.