Pemkab Fakfak Inventarisir Perajin Pandoki dan Tembakau Negeri

  • 12 Feb 2026 21:30 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mulai menginventarisir pelaku usaha pandoki dan tembakau negeri sebagai langkah penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyebutkan saat ini tercatat sekitar 60 mama-mama Fakfak masih aktif memproduksi pandoki secara tradisional di sejumlah kampung potensial.

“Produksi pandoki masih dilakukan secara tradisional oleh mama-mama di kampung, dan ini potensi ekonomi lokal yang perlu kita dukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan tanaman nipah sebagai bahan baku utama memiliki sebaran terbatas dan umumnya tumbuh di kawasan pesisir berlumpur dan muara sungai dengan luasan sekitar 10 hektare dalam satu lokasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat nipah menjadi tanaman khas wilayah tertentu di Fakfak.

Widhi menambahkan pola pertumbuhan nipah yang berumpun menjadikan tanaman ini berkelanjutan karena pengambilan pucuk daun tidak merusak tanaman secara keseluruhan.

“Pengambilan daun nipah tidak mematikan tanaman karena rumpunnya akan terus menghasilkan tunas baru,” jelasnya.

Proses pembuatan pandoki sendiri dilakukan secara manual, mulai dari membersihkan pucuk daun nipah muda, melayukannya agar lentur, menggulung hingga membentuk pipa kecil, lalu dijemur sampai kering sebelum digunakan.

Pemerintah daerah berencana mengintegrasikan pandoki dan tembakau negeri dalam program pelestarian budaya sekaligus pengembangan komoditas perkebunan rakyat yang diproduksi dan dipasarkan oleh mama-mama asli Fakfak.

“Harapannya, tradisi tetap lestari sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi pandoki dan tembakau negeri sebagai identitas budaya sekaligus komoditas unggulan daerah yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita