Tantangan Kristiana Apriyani Lestarikan Batik Fakfak
- 07 Okt 2025 13:06 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Mengangkat kearifan lokal Fakfak melalui karya batik bukan hal mudah. Pengrajin batik tulis khas Fakfak, Kristiana Apriyani, mengakui banyak tantangan yang dihadapinya dalam mempertahankan eksistensi batik daerah di tengah keterbatasan sumber daya dan cuaca yang tak menentu.
“Tenaga kerja kami masih terbatas, dan kalau musim hujan, proses finishing seperti waterglass bisa terganggu. Itu memengaruhi hasil warna,” jelas Kristiana. Ia juga menyebut faktor sarana, prasarana, dan modal menjadi kendala utama dalam proses produksi.
Selain tantangan teknis, minat masyarakat terhadap batik Fakfak juga masih tergolong rendah. “Kalau banyak yang berminat, otomatis akan membuka peluang bagi pengrajin lain untuk berkarya,” ujarnya.
Meski begitu, Kristiana tak berhenti berinovasi. Ia memasarkan batik Fakfak melalui Toko Askar, marketplace, dan juga RRI Digital.
“Kami sebagai UMKM binaan KPPN Fakfak juga dibantu dan diberikan masukan untuk branding dan pengemasan produk. Sekarang batik kami sudah sampai ke Jakarta, Solo, dan Manokwari,” ungkapnya.
Selain memproduksi batik tulis, Kristiana juga membuat batik printing dan bros dengan desain khas Fakfak yang menonjolkan unsur lokal misalnya pala dan kasuari. Ia berharap ke depan, pemerintah daerah lebih memperhatikan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya ini.
“Cinta kami terhadap daerah kami tuangkan dalam batik agar dikenal, dicintai, dan dipakai. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutup Kristiana dengan semangat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....