Dampak Kebakaran Pabrik, Plastik di Fakfak Alami Kenaikan Harga

  • 23 Apr 2026 12:02 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kenaikan harga kantong plastik mulai dirasakan para pelaku usaha di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyusul dampak kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik plastik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut diduga mengganggu distribusi bahan baku dan pasokan kantong plastik ke sejumlah daerah, termasuk wilayah timur Indonesia.

Di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko di Fakfak, harga kantong plastik berbagai ukuran terpantau mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran para pedagang yang sangat bergantung pada ketersediaan kantong plastik untuk aktivitas jual beli sehari-hari.

Salah satu pedagang di Ruko Komplek Pasar Thumburuni, Umi, mengungkapkan bahwa harga kantong plastik ukuran besar kini dijual Rp52.000 per pack, naik dari sebelumnya sekitar Rp40.000. “Untuk kantong plastik ukuran besar sekarang dijual Rp52.000 per pack, sebelumnya hanya sekitar Rp40.000,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kantong plastik ukuran kecil. Umi menyebut, satu ikat kantong plastik kecil warna-warni saat ini dijual seharga Rp16.000. “Kurang tahu penyebab pastinya, tapi yang kita dengar memang ada kebakaran pabrik plastik,” tambahnya.

Dampak kenaikan harga ini turut dirasakan oleh pedagang makanan di Fakfak. Marni, penjual nasi kuning, mengaku harus menghadapi tambahan biaya operasional akibat mahalnya harga kantong plastik yang digunakan untuk membungkus dagangan.

“Kalau orang beli nasi kuning kan harus pakai kantong plastik lagi. Jadi kalau harga sudah naik, kita tidak tahu mau bilang apa lagi dengan kondisi ekonomi sekarang,” keluh Marni. Ia menilai kondisi ini cukup memberatkan, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Marni menambahkan, jika harga kantong plastik terus mengalami kenaikan, bukan tidak mungkin para pedagang akan menyesuaikan harga jual makanan. “Kita tahu, kantong plastik memang sangat dibutuhkan untuk jual beli di pasar,” ujarnya, seraya berharap ada solusi agar harga kembali stabil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....