Maxim Fakfak Bantah Kesepakatan Penghentian Layanan Sepihak

  • 17 Jun 2025 11:48 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Manajemen Maxim Fakfak secara tegas membantah adanya kesepakatan resmi terkait penghentian aktivitas pengambilan orderan oleh para mitra pengemudi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya pesan di media sosial yang menyebutkan bahwa aplikasi Maxim dimatikan sementara waktu akibat adanya kesepakatan bersama antara Dinas Perhubungan Fakfak, organisasi pangkalan ojek, dan perwakilan mitra pengemudi.

Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui akun media sosial Maxim Fakfak pada Senin (16/6/2025), pihak manajemen menegaskan bahwa tidak pernah ada persetujuan ataupun perjanjian untuk menghentikan operasional layanan mereka secara sepihak. “Maxim tidak sepakat dan menyatakan bahwa kesepakatan tersebut terjadi tanpa landasan hukum yang sah,” tulis pihak Maxim dalam unggahan tersebut.

Manajemen Maxim menyampaikan tiga poin utama dalam klarifikasi tersebut. Pertama, tidak ada dasar hukum yang membenarkan larangan pengambilan orderan oleh mitra pengemudi. Kedua, perusahaan akan menanggung seluruh risiko operasional, termasuk memberikan layanan asuransi dan bantuan hukum. Ketiga, mitra pengemudi yang merasa mengalami kerugian diminta segera melapor untuk mendapatkan pendampingan resmi dari perusahaan.

Sementara itu, pihak manajemen juga menyampaikan, pernyataan resmi dari kantor pusat Maxim akan segera diterbitkan sebagai bentuk penegasan sikap perusahaan terhadap situasi yang terjadi di Fakfak. Mereka mengimbau mitra pengemudi untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Sebelumnya, beredar sebuah tangkapan layar berisi pesan yang menyebutkan adanya kesepakatan bersama untuk menonaktifkan sistem Maxim dan menghentikan sementara aktivitas pengambilan orderan. Namun, pihak Maxim menilai informasi tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan bukan merupakan keputusan resmi dari manajemen.

Polemik ini telah menimbulkan kegelisahan di kalangan mitra pengemudi Maxim di Fakfak, terutama terkait kepastian hukum dan jaminan perlindungan saat menjalankan layanan transportasi berbasis aplikasi. Manajemen Maxim menekankan komitmen perusahaan terhadap perlindungan mitra tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan bisnis di daerah tersebut.

Rekomendasi Berita