Kisah Inspiratif Ishmata Lie lewat Usaha Jastip

  • 28 Jan 2025 07:45 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Berawal dari pengalaman pribadi sebagai pemilik online shop, Ishmata Lie merasa terbebani dengan mahalnya biaya ongkos kirim. Dari situlah ide membuka usaha Jastip muncul, dengan tujuan menyediakan layanan pengiriman barang yang lebih terjangkau dan efisien bagi masyarakat.

"Saya merintis usaha jastip yang diberi nama ISL Jastip pada tahun 2014. ISL Jastip tidak hanya menyediakan layanan jasa titip (Jastip) tapi juga melayani belanja barang," ungkap Ishmata.

ISL Jastip melayani pengiriman barang ke Fakfak dari Jakarta, Makassar, dan Sorong, menggunakan moda transportasi kapal dan pesawat.

"Untuk Jastip kapal hitungannya kami per kilogram, dan untuk Jastip pesawat juga sama sesuai ketentuan maskapai," jelas Ishmata.

Melalui usahanya, ia juga memberikan manfaat lebih luas dengan menyediakan lapangan kerja bagi admin yang mengelola barang di luar Fakfak maupun tim yang bertugas di Fakfak.

"Insya Allah, Jastip kami amanah dan bertanggung jawab hingga barang tiba di tangan pelanggan. Meskipun harga kami sedikit lebih tinggi dibandingkan jasa titip lainnya, kami percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar," tutur ibu dari tiga anak ini.

Lebih dari itu, Ishmata mengungkapkan bahwa sebagian penghasilan dari usahanya juga disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan. "Kami berharap usaha ini tidak hanya bermanfaat bagi pelanggan, tetapi juga membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat," tambahnya.

Kisah Ishmata Lie dengan ISL Jastip tentu menginspirasi. Lewat usaha berbasis kepercayaan, tanggung jawab, dan niat baik, ia membuktikan bahwa bisnis tidak hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang keberkahan dan manfaat bagi sesama.

Rekomendasi Berita