Gereja Katolik St.Yosep Pekerja, Hadirkan Harmoni Iman dan Budaya
- 07 Okt 2025 16:14 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Gereja Katolik St. Yosep Pekerja Fakfak yang berlokasi di Kampung Brongkendik resmi diresmikan pada Selasa (7/10/2025). Gereja ini menjadi simbol baru kebangkitan iman Katolik yang berpadu dengan kearifan lokal di Tanah Papua. Berdiri tak jauh dari Pulau Bonyum, tempat bersejarah masuknya agama Katolik di wilayah ini, bangunan gereja menghadirkan desain arsitektur yang memadukan unsur spiritual, tradisional, dan budaya lokal secara harmonis.
Bangunan gereja dirancang oleh Widhi Asmorojati, S.T., M.T., seorang ASN dengan latar belakang perencanaan kota dan wilayah, lulusan terbaik program Pascasarjana Universitas Krisnadwipayana Jakarta. Desain gereja ini tidak hanya mengutamakan fungsi liturgis dan estetika, tetapi juga menyuarakan pesan mendalam tentang persatuan dan keberagaman masyarakat Fakfak.
Mengusung filosofi “Tiga Pilar Utama”, desain Gereja St. Yosep Pekerja ini terinspirasi dari bangunan gereja lama yang juga memiliki tiga pilar. Ketiga pilar tersebut kini dihadirkan kembali dalam bentuk struktur monumental di bagian depan gereja sebagai simbol kebersamaan tiga kampung, yakni Brongkendik, Raduria, dan Hambirangkendik, yang bersama-sama menjadi bagian dari paroki ini.
Pilar-pilar itu bukan sekadar elemen struktur, tetapi juga membawa makna simbolik yang kuat. Dalam konteks iman Katolik, ketiganya merepresentasikan Kitab Suci (pedoman iman), Tradisi (warisan praktik iman), dan Magisterium (kewenangan ajaran Gereja). Ketiga aspek ini menjadi penopang kehidupan beriman umat Katolik.
Menariknya, konsep tersebut dikolaborasikan dengan falsafah lokal Fakfak yang telah lama dikenal, yakni “Satu Tungku Tiga Batu”, sebuah filosofi hidup masyarakat Fakfak yang mencerminkan nilai persatuan, keseimbangan, dan toleransi di tengah keberagaman agama, etnis, budaya, bahasa, hingga tingkat sosial ekonomi.
Gereja St. Yosep Pekerja dibangun di atas fondasi nilai-nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat plural. Desainnya mengadopsi bentuk dan filosofi bangunan lama, namun dihadirkan dengan pendekatan arsitektur modern dan kontekstual. Hasilnya, gereja ini menjadi simbol pewarisan nilai dan perwujudan iman yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Desain ini tidak hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana iman dapat hidup berdampingan dan berkembang dalam masyarakat yang majemuk. Tiga pilar ini adalah pengingat bahwa kekuatan iman tumbuh bersama nilai-nilai lokal yang kita hidupi bersama,” ujar Widhi Asmorojati.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, Gereja Katolik St. Yosep Pekerja Fakfak diharapkan menjadi ruang spiritual yang inklusif, tempat tumbuhnya kasih, toleransi, dan persaudaraan lintas iman dan budaya. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat masyarakat Fakfak yang menjunjung tinggi keberagaman dan hidup dalam harmoni.
Dengan peresmiannya, gereja ini bukan hanya menjadi ikon baru arsitektur religius di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tetapi juga menjadi bukti nyata iman dan budaya dapat berjalan berdampingan, saling memperkaya, dan membentuk masyarakat yang kuat dalam nilai dan jati dirinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....