Pendampingan Unpad Buka Akses Pembelajaran Baru Siswa di Distrik Bomberay

  • 06 Okt 2026 13:05 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Keterbatasan tenaga pengajar dan buku pegangan masih menjadi tantangan bagi siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Hidayah Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kondisi tersebut membuat kesempatan siswa untuk memperoleh pembelajaran secara rutin belum berjalan optimal, meski antusiasme mereka untuk belajar tetap tinggi.

Kondisi itu ditemukan Sarach Diba Hidayat, anggota tim mahasiswa dan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad), saat menjalankan asistensi mengajar di MAS Al-Hidayah Bomberay sejak 19 Agustus hingga 14 November 2026. Dalam pendampingan tersebut, tim mengajar siswa kelas X hingga XII sekaligus memetakan kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Sarach mengatakan, MAS Al-Hidayah masih menerapkan Kurikulum 2013, namun ketersediaan buku pegangan untuk guru maupun siswa belum memadai. Bahkan, salah satu ruang kelas yang digunakan untuk proses belajar tidak memiliki papan tulis sehingga kegiatan pembelajaran harus menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia.

Keterbatasan tenaga pengajar juga berdampak langsung terhadap waktu belajar siswa. Dalam salah satu pengamatan Sarach, siswa telah datang ke sekolah dengan seragam lengkap untuk mengikuti pembelajaran yang dimulai pukul 07.30 WIT. Namun, ketika dirinya tiba sekitar pukul 10.00 WIT, hanya terdapat dua guru yang menangani tiga kelas.

Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa harus mengakhiri kegiatan belajar lebih awal. Mereka pulang sekitar pukul 12.00 WIT karena tidak ada lagi guru yang mengajar, sementara jadwal pembelajaran seharusnya berlangsung hingga pukul 14.00 WIT.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi keinginan siswa untuk memperoleh pengetahuan baru. Putri, siswa kelas XII MAS Al-Hidayah Bomberay, mengatakan kehadiran mahasiswa Unpad membuat kesempatan belajar menjadi lebih banyak, terutama untuk mata pelajaran yang jarang diberikan.

“Kalau ada kakak-kakak, kami lebih sering belajar. Apa yang sebelumnya tidak pernah kami pelajari, sekarang bisa kami pelajari, seperti Bahasa Inggris dan informatika yang jarang sekali,” kata Putri.

Kebutuhan pembelajaran juga terlihat dari permintaan siswa terhadap mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan komputer. Ramlan, siswa kelas XII, berharap mahasiswa Unpad dapat lebih sering memberikan pendampingan karena metode belajar yang diberikan membantu dirinya memahami materi. “Saya berharap kakak-kakak dari Unpad lebih sering mengajar. Kalau kakak Unpad mengajar, kami jadi cepat paham, terutama Bahasa Inggris dan matematika,” ujarnya.

Keterbatasan pembelajaran juga terjadi pada bidang teknologi. MAS Al-Hidayah memiliki laboratorium komputer, tetapi pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan listrik dan belum tersedianya guru yang secara khusus mengajarkan pengoperasian komputer. Madrasah menggunakan genset yang hanya dinyalakan ketika diperlukan, sehingga kesempatan siswa berlatih menggunakan perangkat komputer menjadi terbatas.

Kepala MAS Al-Hidayah Bomberay, Darmiati, mengatakan pendampingan mahasiswa mulai menunjukkan perkembangan kemampuan siswa. “Sebelum diajar mahasiswa, masih banyak siswa yang belum mengetahui pengoperasian komputer. Setelah diajarkan, sebagian besar sudah paham. Untuk Bahasa Inggris, siswa sudah mulai bisa reading, writing, dan speaking, tetapi masih tahap awal,” kata Darmiati. Selain tenaga pengajar dan buku, pihak madrasah juga membutuhkan peralatan olahraga, alat peraga, perbaikan plafon dan atap, serta dukungan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Asistensi mengajar tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Prof Atwar Bajari dan menjadi tindak lanjut permohonan MAS Al-Hidayah kepada Unpad. Lima mahasiswa dan alumni, yakni Sarach Diba Hidayat, Raja Bani Yudanegara, Adista Nurfadilla, Denis Setia Prismayana, dan Miryam Elizabeth Rambe, terlibat dalam program tersebut. Selain mengajar, mereka menyiapkan modul, melakukan tes awal dan akhir, serta memberikan pengayaan dan latihan soal bagi siswa kelas XII sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pendampingan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....