Personel Gabungan Padamkan Karhutla di Bomberai, Api Sulit Dikendalikan
- 31 Agt 2026 08:00 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla terjadi di Kampung Bumi Muro Indah, Distrik Bomberai, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Minggu 30 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIT. Personel Koramil 1803-05/Bomberai bersama BPBD Kabupaten Fakfak dan masyarakat langsung bergerak melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Anggota Koramil 1803-05/Bomberai yang dipimpin Serka Abdul Salam menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Fakfak mengerahkan dua unit mobil tangki air, sementara warga turut membantu menggunakan peralatan pemadam tradisional.
Api diketahui bermula dari lahan yang terbakar dan kemudian membesar akibat tiupan angin kencang. Kobaran api selanjutnya merambat hingga kawasan hutan SP 5 Kampung Pinang Agung sehingga petugas harus melakukan upaya pengendalian di sejumlah titik.
"Kami bersama BPBD dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman serta penyekatan titik api agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan lainnya," ujar Serka Abdul Salam.
Proses pemadaman hingga sekitar pukul 15.50 WIT masih terus dilakukan oleh personel gabungan di lokasi kejadian. Petugas menghadapi kendala karena sebagian titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam serta jarak sumber air yang cukup jauh dan terbatas.
Meski menghadapi berbagai kendala, personel gabungan tetap melakukan penyekatan dan pendinginan pada titik-titik yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api sekaligus mengantisipasi perambatan ke lahan dan kawasan hutan lainnya.
"Kondisi di lapangan cukup menyulitkan karena akses menuju beberapa titik api terbatas dan pasokan air juga jauh, namun upaya pemadaman tetap kami lakukan bersama-sama," jelasnya.
Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiel. Personel gabungan bersama masyarakat akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi hingga situasi dinyatakan aman serta tidak terdapat lagi potensi api yang dapat meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....