Sasi Kerakera Sipatnanam Perkuat Komitmen Menjaga Mutu Pala
- 27 Agt 2026 19:15 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Masyarakat Kampung Sipatnanam, Kabupaten Fakfak, kembali meneguhkan komitmen menjaga pala sebagai warisan leluhur melalui pembukaan Sasi Kerakera Pala, Rabu 26 Agustus 2026. Prosesi adat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga pemanfaatan pala sekaligus mempertahankan mutu komoditas unggulan Fakfak.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati, Kepala Kampung Sipatnanam Yanuarius Tuturup, Ketua LMA Kabupaten Fakfak Leonardus Tuturup, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah kampung serta masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap pelestarian adat dan keberlanjutan komoditas pala.
Kepala Kampung Sipatnanam Yanuarius Tuturup mengatakan, pembukaan Sasi Kerakera merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk kembali menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Menurutnya, pala bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari harga diri, martabat dan identitas masyarakat Fakfak.
"Yang kita jaga bukan hanya pala, tetapi juga harga diri, martabat dan budaya negeri ini. Mari kita tanamkan kesadaran untuk menjaga apa yang telah dititipkan leluhur kepada kita," ujar Yanuarius Tuturup.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan tingkat kematangan buah pala meskipun Sasi Kerakera telah dibuka. Ia menjelaskan, perubahan cuaca dan iklim turut memengaruhi perkembangan buah pala sehingga waktu panen di sejumlah wilayah mengalami pergeseran.
Widhi menegaskan, pembukaan sasi tidak berarti seluruh buah pala dapat langsung dipanen tanpa memperhatikan kualitasnya. Masyarakat diminta memilih buah yang benar-benar matang agar mutu Pala Fakfak tetap terjaga dan memiliki nilai ekonomi yang baik.
"Jangan hanya karena sasi sudah dibuka kemudian semua pala dipanen. Kita harus memastikan pala yang dipetik benar-benar sudah matang sehingga mutu dan kualitasnya tetap terjaga," tegas Widhi Asmoro Jati.
Widhi menilai Sasi Kerakera menjadi salah satu instrumen penting dalam mencegah pemanenan pala muda yang berpotensi menurunkan kualitas hasil. Ia berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat dan adat terus diperkuat sehingga pala tetap menjadi sumber ekonomi sekaligus warisan budaya bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....