Puskesmas Bomberai Bagikan Masker Lindungi Warga dari Asap

  • 27 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bomberai–Tomage, perhatian terhadap kesehatan masyarakat terus dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap. Puskesmas Bomberai mulai menyalurkan masker kepada warga di sejumlah titik.

Kepala Puskesmas Bomberai, Abdul Aziz Alzubaidy, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 2.000 masker dan mulai melakukan pembagian kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan di tiga titik serta akan diperluas ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Alhamdulillah dengan datangnya kita minta 2.000 masker itu, hari ini kita mulai eksen. Eksen itu kita di tiga tempat, di Poskesma sendiri, kemudian di bundaran sana, bundaran SP6, SP5, pintu masuk Bomberai, dan di SD,” ujar Abdul Aziz.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 500 masker telah dibagikan kepada masyarakat. Puskesmas Bomberai berencana melanjutkan distribusi masker, khususnya bagi pelajar dan warga yang membutuhkan perlindungan dari paparan asap.

“Alhamdulillah sudah berjalan itu sekitar 500 buah. Dan kita akan bagi lagi untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan,” katanya.

Terkait kondisi kesehatan warga, Abdul Aziz menjelaskan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memang telah menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat di Bomberai sebelum terjadinya kebakaran. Namun, hingga saat ini belum terdapat peningkatan kasus yang signifikan akibat karhutla.

“Dengan kebakaran ini tidak ada peningkatan yang signifikan untuk masyarakat Bomberai. Karena waktu awal kebakaran, kita sudah bekali mereka dengan masker,” ujarnya.

Selain ancaman asap, Abdul Aziz mengaku lebih mengkhawatirkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pasalnya, wilayah tersebut telah mengalami kondisi kekeringan selama lebih dari tiga bulan, sementara sebagian warga masih bergantung pada air hujan untuk kebutuhan minum.

“Yang saya harapkan ini, sudah tiga bulan lebih kita kekeringan. Saya takut karena air bersih ini sangat penting, karena masyarakat ini bergantung kepada air hujan,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Fakfak dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih, tidak hanya bagi masyarakat Bomberai, tetapi juga wilayah Tomage. Menurutnya, dukungan masker dan air bersih perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi dampak berkepanjangan dari musim kering dan karhutla.

Abdul Aziz juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan penanganan kebakaran, termasuk keberadaan dua unit pemadam kebakaran yang disiagakan di wilayah tersebut. “Ada kebakaran di manapun, mereka selalu hadir. Kita selalu kerja sama dengan mereka. Terima kasih untuk pemerintah daerah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....