Sagu Kayauni Miliki Karakter Unik, Kelestarian Jadi Perhatian Pemerintah
- 23 Agt 2026 17:56 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Dusun sagu di Distrik Kayauni, Kabupaten Fakfak, tidak hanya menjadi sumber pangan bagi satu kelompok masyarakat. Kawasan tersebut selama ini dimanfaatkan secara bersama oleh warga dari sejumlah kampung untuk memenuhi kebutuhan sagu keluarga.
Potensi tersebut terlihat dalam kegiatan pangkur sagu bersama Kelompok Henggi Sagu yang dipimpin Yosepus Iba. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT.
Dalam kunjungan tersebut, Widhi melihat langsung proses pengelolaan sagu oleh masyarakat. Ia bahkan ikut melakukan pangkur, mengikuti proses pengolahan hingga pembuatan sagu tumang menggunakan cara tradisional.
Kelompok Henggi Sagu mengelola lahan sagu dengan luas kurang lebih tiga hektare. Kawasan tersebut menjadi aset penting karena mampu menyediakan kebutuhan pangan sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Menurut Widhi, keberadaan dusun sagu harus dilihat lebih luas karena memiliki fungsi sosial bagi masyarakat. Kawasan itu selama ini dimanfaatkan warga dari Warpa, Hormokokma, Kwagas, Mananmur dan Patukar.
"Yang menarik, lokasi ini bukan hanya dimanfaatkan oleh satu kelompok saja. Masyarakat dari Warpa, Hormokokma, Kwagas, Mananmur dan Patukar juga biasa mengambil sagu di sini," ujar Widhi.
Ia menilai pemanfaatan secara bersama tersebut menunjukkan bahwa sagu memiliki fungsi penting sebagai sumber pangan masyarakat. Karena itu, keberadaan dusun sagu perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain fungsi sosial, Widhi menemukan karakteristik tanaman sagu di lokasi tersebut yang cukup berbeda. Kerapatan duri pada pohon sagu terlihat relatif kecil dan agak jarang dibandingkan dengan tanaman sagu di beberapa wilayah lainnya.
"Ini menjadi karakteristik tersendiri yang perlu kita kenali, kita jaga dan kita pertahankan," katanya.
Menurutnya, karakteristik lokal tersebut perlu menjadi perhatian dalam setiap rencana pengembangan. Pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kekhasan tanaman dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.
Widhi mengatakan, pengelolaan sagu juga membutuhkan dukungan lintas sektor. Sebab, urusan kawasan dan tanaman sagu berada dalam domain kehutanan sehingga diperlukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
"Dinas Perkebunan akan berkolaborasi dengan perangkat daerah yang membidangi kehutanan, sehingga potensi sagu di wilayah ini dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, terutama untuk mendukung kebutuhan pangan lokal masyarakat," jelasnya.
Kolaborasi pemerintah tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan dusun sagu, mulai dari perlindungan kawasan hingga pengolahan hasil. Masyarakat juga diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengabaikan keberlanjutan tanaman.
Dengan pengelolaan yang tepat, dusun sagu Kayauni diharapkan tetap menjadi sumber pangan bersama sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal Fakfak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....