Bibit Manggi-manggi Terpilih Ditanam untuk Cegah Abrasi

  • 28 Nov 2025 16:13 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Upaya pelestarian lingkungan pesisir kembali digaungkan Yayasan Henggi Totora Fakfak melalui penanaman pohon mangrove atau manggi-manggi di Kampung Purwahab Tonggo, Distrik Fakfak Barat. Penanaman yang berlangsung pada 27 November 2025 itu mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat setempat yang menilai program tersebut membawa manfaat jangka panjang bagi perlindungan pesisir.

Pendiri Yayasan Henggi Totora Fakfak, Paskalina Iba, mengungkapkan bahwa bibit yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bibit terpilih. Menurutnya, pemilihan bibit dilakukan secara ketat agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem pesisir. Ia berharap bibit manggi-manggi tersebut mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi alam Kampung Purwahab Tonggo.

“Bibit mangrove atau manggi-manggi yang kami tanam adalah bibit terpilih. Kami berharap pohon-pohon ini dapat berkembang dengan baik dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar Paskalina Iba kepada RRI, Jum’at (28/11/2025).

Selain menjadi bagian dari gerakan penghijauan, penanaman manggi-manggi juga ditujukan untuk mengurangi dampak abrasi yang selama ini mengancam wilayah pesisir Fakfak Barat. Pohon mangrove dikenal memiliki akar kuat yang mampu menahan gelombang serta menjaga kestabilan garis pantai, sehingga keberadaannya sangat penting bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan penanaman juga melibatkan warga kampung secara langsung. Warga terlihat antusias membantu menanam dan mengatur bibit manggi-manggi di sepanjang area pesisir. Kebersamaan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.

Paskalina menegaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri, namun membutuhkan kemitraan antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat setempat. Karena itu, pihak yayasan juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan dalam proses perawatan bibit.

Selain dampak ekologis, penanaman manggi-manggi juga diharapkan membawa manfaat edukatif. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pentingnya ekosistem mangrove dan peranannya dalam menjaga kehidupan pesisir. Dengan demikian, upaya pelestarian dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Yayasan Henggi Totora Fakfak berharap program penanaman mangrove ini dapat diperluas ke kampung-kampung lain di wilayah pesisir Kabupaten Fakfak. Dengan semakin banyak wilayah yang melakukan penanaman, maka dampak positif terhadap lingkungan akan semakin terasa, terutama dalam menjaga abrasi dan memperkuat ekosistem pesisir.

Melalui penanaman bibit terpilih ini, Yayasan Henggi Totora Fakfak dan masyarakat Purwahab Tonggo berharap dapat menciptakan lingkungan pesisir yang lebih kuat, sehat, dan lestari. Upaya sederhana ini menjadi langkah nyata untuk memastikan keberlanjutan alam bagi generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....